SDGs #10 Berkurangnya Kesenjangan

Pembelajaran Ekonomi Kontekstual, Mahasiswa PK Dorong Kesadaran Siswa terhadap Kemiskinan dan Kesenjangan Ekonomi



Dyah Ayu Anjarwati, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) dari program studi S1 Pendidikan Ekonomi melaksanakan kegiatan pembelajaran Ekonomi bersama peserta didik kelas XI F di SMA Negeri 1 Sleman sebagai bagian dari program Praktik Kependidikan. Kegiatan dilaksanakan pada 24 Agustus - 3 September 2026 di ruang kelas XI F dengan sasaran peserta didik kelas XI. Pembelajaran mengangkat materi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi yang merupakan permasalahan ekonomi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui pelaksanaan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan mendorong peserta didik untuk memahami permasalahan di lingkungan sekitar. Selain itu, kegiatan turut mendukung SDG 10 tentang berkurangnya kesenjangan melalui peningkatan pemahaman peserta didik mengenai ketimpangan ekonomi.

Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai konsep, penyebab, dampak, serta upaya mengatasi kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Proses pembelajaran dilaksanakan secara interaktif dengan memanfaatkan media presentasi, kegiatan diskusi, pertanyaan pemantik, serta aktivitas kelompok. Peserta didik diarahkan untuk menghubungkan materi yang dipelajari dengan kondisi nyata di masyarakat sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, tetapi juga kemampuan menganalisis permasalahan ekonomi. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator pembelajaran dengan memberikan penjelasan, membimbing diskusi, dan memberikan umpan balik terhadap hasil kegiatan peserta didik. Guru pamong turut memberikan arahan dan mendampingi pelaksanaan pembelajaran.

Pelaksanaan kegiatan memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran peserta didik. Peserta didik memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kemiskinan dan kesenjangan ekonomi serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Melalui diskusi dan aktivitas pembelajaran, peserta didik juga didorong untuk menyampaikan pendapat, bekerja sama, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap permasalahan ekonomi di lingkungan sekitar. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK dalam mendukung pendidikan yang berkualitas sebagaimana tujuan SDG 4, sekaligus menumbuhkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya pemerataan kesempatan dan pengurangan kesenjangan dalam kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan pembelajaran yang kontekstual dan partisipatif, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami materi Ekonomi secara akademis, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam melihat berbagai permasalahan sosial-ekonomi di kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan proses pendidikan yang berkualitas, membangun kepedulian sosial, serta mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di lingkungan sekolah. (daa)

Torehkan Prestasi Nasional, Guru Besar FEB UNY Raih penghargaan OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Kantor OJK Daerah Terbaik 2026 

Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS berhasil memenangkan penghargaan OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Kantor OJK Daerah Terbaik yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat. Penghargaan ini diberikan atas keaktifan dan kepedulian Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS dalam menggerakkan eduukasi literasi keuangan untuk masyarakat dari berbagai kalangan baik pelajar, ibu rumah tangga dan masyarakat umum lainnya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam puncak acara Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi pada Jumat, 28 Agustus 2026. Acara nasional bertema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” ini dihadiri lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa. Turut hadir pula sejumlah pejabat penting, seperti Ketua Dewan Komisioner OJK Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, S.E., M.P.M., Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, S.E., M.E., Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu Dr. Herman Saheruddin, S.E., M.Sc., Anggota Dewan Komisioner LPS Ferdinand D. Purba, S.E., M.A., serta jajaran pimpinan daerah dan pelaku industri jasa keuangan lainnya.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS. dalam membimbing masyarakat agar lebih bijak mengelola keuangan. Prestasi tersebut sekaligus membuktikan kepedulian nyata akademisi UNY terhadap peningkatan literasi finansial di Indonesia. Pencapaian ini diharapkan mampu menginspirasi banyak pihak untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

Kesenjangan Ekonomi dalam Karya: Pembelajaran Berbasis Proyek melalui Poster Infografis

Sebagai bagian dari pelaksanaan Praktik Kependidikan (PK) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), Vedhita Alnadifah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi melaksanakan kegiatan pembelajaran ekonomi pada materi Kesenjangan Ekonomi bersama peserta didik kelas XI D ,E ,F dan G di SMA Negeri 1 Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta pada tanggal 12-20 Agustus 2026. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan memadukan pendekatan saintifik dan metode Project Based Learning (PjBL). Pembelajaran tersebut memiliki keterkaitan dengan SDG 4 atau Pendidikan Berkualitas melalui penerapan pembelajaran yang mendorong peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan relevan serta SDG 10 yakni Berkurangnya Kesenjangan melalui pembahasan mengenai permasalahan ketimpangan ekonomi dan berbagai upaya untuk mengatasinya.

Kegiatan pembelajaran bertujuan untuk membantu peserta didik memahami konsep kesenjangan ekonomi serta mengaitkannya dengan permasalahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Materi Kesenjangan ekonomi tidak hanya disampaikan melalui penjelasan konsep, tetapi peserta didik diajak mengamati fenomena ketimpangan, mengidentifikasi faktor penyebab dan dampaknya, serta mendiskusikan berbagai alternatif solusi. Proses pembelajaran dilakukan secara berkelompok melalui tahapan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi hingga mengkomunikasikan hasil. Setiap kelompok mengangkat topik terkait isu kesenjangan ekonomi. Kemudian, mengolah informasi yang relevan menjadi pesan visual yang informatif dan mudah dipahami. 

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep kesenjangan ekonomi, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan kerja sama. Pembuatan poster infografis dibuat secara manual sehingga peserta didik tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga mampu menyusun informasi, membagi tugas, dan menghasilkan karya secara kolaboratif. Setelah menyelesaikan poster, peserta didik diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik dapat menyampaikan permasalahan yang dikaji, menyampaikan faktor penyebab kesenjangan serta menawarkan solusi berdasarkan hasil diskusi kelompok. Pembelajaran ini memiliki keterkaitan erat dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), khususnya upaya menghadirkan pembelajaran yang mendorong peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan pembangunan berkelanjutan. SDG 4 juga menekankan pentingnya peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung pembagunan berkelanjutan. Selain itu, materi yang dipelajari secara langsung berkaitan dengan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), yang mendorong upaya mengurangi ketimpangan serta meningkatkan inklusi sosial dan ekonomi. 

Melalui pembelajaran ini, peserta didik diharapkan dapat terus mengaitkan konsep ekonomi dengan persoalan yang terjadi di kehidupan nyata. Pemahaman mengenai kesenjangan ekonomi diharapkan tidak hanya sebatas materi tetapi juga mendorong kepedulian terhadap permasalahan ketimpangan. Peserta didik diharapkan memahami pentingnya peran berbagai pihak dalam menciptakan kondisi sosial dan ekonomi yang lebih merata dan inklusif. Kedepan, pembelajaran yang mengaitkan isu pembangunan berkelanjutan diharapkan dapat terus diterapkan sebagai salah satu upaya menghadirkan proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. (vdt)

Dukung SDGs, Mahasiswa PK UNY Ajak Siswa SMA Negeri 1 Jetis Pahami Kesenjangan Ekonomi

Pembelajaran Ekonomi di sekolah sering kali berfokus pada hafalan teori dan rumus yang terasa jauh dari pengalaman sehari-hari peserta didik. Untuk menghadirkan suasana belajar yang lebih kontekstual, Ayu Okcta Nabila, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), menerapkan model pembelajaran Design Thinking dan Experiential Learning pada materi kesenjangan ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (14/08/26) lalu bertempat di ruang kelas XI SMA Negeri 1 Jetis dengan diikuti oleh 36 peserta didik. Pembelajaran ini dirancang untuk membantu siswa memahami persoalan ketimpangan secara lebih dekat, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran interaktif dan SDG Nomor 10 tentang Berkurangnya Ketimpangan melalui penanaman kesadaran akan pentingnya pemerataan ekonomi.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih empati, daya kritis, serta keterampilan berpikir solutif peserta didik dalam merespons fenomena kesenjangan sosial-ekonomi di Indonesia. Dalam proses pelaksanaannya, peserta didik diajak membedah studi kasus nyata mengenai ketimpangan pembangunan daerah di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pembelajaran mengalir secara terstruktur melalui lima tahapan utama model Design Thinking, diawali dengan penyusunan peta empati (Empathy Map) untuk memahami kondisi masyarakat terdampak, merumuskan inti permasalahan (Define), mencurahkan gagasan program solutif (Ideate), membuat rancangan model aksi sederhana (Prototype), hingga melakukan uji umpan balik antar-kelompok (Test). Rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan baik berkat kolaborasi aktif antara mahasiswa PK, guru pamong mata pelajaran IPS Ekonomi, serta partisipasi antusias dari peserta didik.

Melalui alur pembelajaran tersebut, peserta didik tidak hanya memahami faktor penyebab dan dampak kesenjangan ekonomi secara teoritis, tetapi juga belajar menghubungkannya dengan kondisi nyata masyarakat dan keadilan sosial. Suasana kelas menjadi lebih hidup karena siswa berdiskusi secara aktif dalam kelompok. Kesan positif dirasakan langsung oleh para siswa selama proses pembelajaran. Salah seorang peserta didik kelas XI, Mahesa Fisabilillah, mengungkapkan bahwa metode Design Thinking membuat pembelajaran Ekonomi terasa lebih mudah dipahami dan relevan. “Melalui analisis kasus dan pembuatan peta empati, kami tidak sekadar menghafal teori kesenjangan, tetapi benar-benar diajak membayangkan perasaan masyarakat serta memikirkan solusi nyata yang dapat diterapkan,” ungkapnya seusai pembelajaran. Pengalaman belajar ini membantu siswa memahami bahwa ilmu Ekonomi berkaitan erat dengan upaya menciptakan kesetaraan dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

Harapan dari keberlangsungan kegiatan ini adalah agar pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis pemecahan masalah dunia nyata dapat terus dikembangkan secara berkesinambungan di lingkungan SMA Negeri 1 Jetis. Sebagai bentuk tindak lanjut yang konkret, mahasiswa PK bersama guru pamong melakukan evaluasi reflektif terhadap hasil kerja kelompok siswa serta merancang lembar pengayaan dan pendampingan khusus guna memastikan kesiapan peserta didik sebelum melangkah ke materi kalkulasi indikator ketimpangan ekonomi pada pertemuan berikutnya. (aon)

FEB UNY dan Faculty of Accountancy UiTM Malaysia Perkuat Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Kolaborasi Literasi Keuangan Digital Berkelanjutan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi bersama Faculty of Accountancy, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak, Kampus Tapah, Malaysia pada 17 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di kampus UiTM Tapah tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat antara kedua institusi. Kerja sama ini sekaligus mendukung pengembangan program internasional yang berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan sosial melalui pendekatan multidisiplin.

Delegasi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta dipimpin oleh Dr. Ani Widayati, S.Pd., M.Pd., Ed.D bersama Dr. Dian Normalitasari Purnama, S.Pd., M.Pd., Dr. Agatha Saputri, M.Pd., dan Arief Nurrahman, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, pihak Faculty of Accountancy UiTM diwakili oleh Dr. Enny Nurdin Sutan Maruhun, yang saat ini menjabat sebagai Head of Centre of Studies, Faculty of Accountancy, UiTM Perak Branch, Kampus Tapah. Sebelumnya beliau juga pernah menjabat sebagai Coordinator Program Diploma in Accountancy dan merupakan dosen senior dengan bidang keahlian Enterprise Risk Management, Financial Accounting, Financial Reporting, serta Corporate Governance.  

Kolaborasi ini mengusung tema "Strengthening the Financial Resilience of Indonesian Migrant Workers", yang dilaksanakan melalui sinergi antara Universitas Negeri Yogyakarta, DESAMIND, dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) dalam pengembangan Sustainable Digital Financial Literacy. Program tersebut bertujuan meningkatkan ketahanan finansial pekerja migran Indonesia melalui penguatan literasi keuangan digital yang berkelanjutan sehingga mampu mendukung pengelolaan keuangan yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja migran.

Melalui kerja sama ini, kedua perguruan tinggi berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program bersama yang mencakup pertukaran akademik, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah internasional, pengembangan kurikulum, serta penyelenggaraan seminar dan kegiatan ilmiah lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi sekaligus menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Penandatanganan dokumen kerja sama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen kedua institusi untuk terus mempererat hubungan kemitraan internasional.

Kerja sama antara FEB UNY dan Faculty of Accountancy UiTM Malaysia ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi global yang berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat. (ans)

Kegiatan Tindak Lanjut FEB UNY - Penguatan Tata Kelola Keuangan melalui Pelatihan Akuntansi Inklusif bagi Pengurus Organisasi Penyandang Disabilitas OHANA Indonesia

Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) kembali mendampingi pengurus organisasi penyandang disabilitas OHANA Indonesia melalui kegiatan “Penguatan Tata Kelola Keuangan melalui Pelatihan Akuntansi Inklusif bagi Pengurus Organisasi Penyandang Disabilitas OHANA Indonesia” di Kantor Unit Layanan Disabilitas Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pelatihan sebelumnya. Pendampingan difokuskan pada penerapan pencatatan keuangan yang transparan dan akuntabel melalui pengerjaan studi kasus, diskusi kendala, serta pemeriksaan setiap tahapan penyusunan laporan bersama tim pengabdi.

Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP. mendampingi peserta melakukan penjurnalan transaksi organisasi. Peserta belajar mengenali bukti transaksi, menentukan akun yang terpengaruh, memahami debit dan kredit, serta mencatat transaksi ke dalam jurnal umum dengan cara sederhana dan bertahap.

Latihan menggunakan studi kasus organisasi mencakup sumbangan dengan dan tanpa pembatasan, pendapatan kegiatan, biaya operasional, pembelian peralatan, dan penyusutan. Transaksi ditelusuri dari jurnal umum ke buku besar agar peserta memahami alur pencatatan secara utuh.

Nurul Hidayah, S.Pd., M.Sc. melanjutkan pendampingan penyusunan laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, dan laporan posisi keuangan. Latihan juga menekankan pemisahan sumber daya dengan dan tanpa pembatasan agar dana digunakan dan dipertanggungjawabkan sesuai peruntukannya.

Melalui praktik tersebut, peserta melihat keterkaitan antara transaksi, jurnal, buku besar, dan laporan keuangan. Pendekatan ini menegaskan bahwa transparansi organisasi dibangun melalui pencatatan yang rutin, konsisten, dan didukung bukti transaksi yang memadai.

Kesan Supriyatno salah satu peserta tunanetra menunjukkan pentingnya pendampingan berkelanjutan. Grup WhatsApp diharapkan tetap aktif sebagai ruang konsultasi ketika peserta mulai menerapkan pencatatan keuangan di organisasi masing-masing. Kegiatan yang interaktif juga memberi kesempatan kepada peserta untuk meminta penjelasan ulang, menguji pemahaman, dan mendiskusikan kebutuhan organisasinya.

Melalui rangkaian pelatihan ini, pengurus OHANA Indonesia diharapkan semakin percaya diri menyusun laporan keuangan yang transparan dan akuntabel untuk mendukung pengambilan keputusan, menjaga kepercayaan anggota dan mitra, serta memperkuat keberlanjutan program. Kegiatan tersebut menegaskan komitmen FEB UNY terhadap pengabdian yang inklusif, aplikatif, dan berkelanjutan sekaligus mencerminkan semangat FEB UNY Berdampak dan Diktisaintek Berdampak.

Tim Pelaksana

Dosen: Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP.; Dian Juliani, S.E., M.Sc.; Nurul Hidayah, S.Pd., M.Sc.; dan Annisa Ratna Sari, S.Pd., M.S.Ed., Ph.D.

Mahasiswa: Mawadatun Kafidah; Angelia Intan Revalina; Dewi Cahyani Putri; Saufi Afriyandi; dan Hani Suciati.

Penulis: Dian Juliani

FEB UNY Berikan Literasi Keuangan Digital bagi Keluarga Pekerja Migran Indonesia melalui Kolaborasi dengan Desamind dan Universiti Teknologi MARA

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar program penguatan ketahanan finansial bagi keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sanggar Belajar Kepong, Malaysia, pada 16 Juli 2026. Mengusung fokus literasi keuangan digital berkelanjutan, kegiatan kolaboratif ini dirancang untuk membekali generasi muda PMI dengan pemahaman manajemen keuangan modern sejak dini demi menjaga stabilitas ekonomi keluarga mereka di masa depan.

Inisiatif lintas negara ini dipimpin oleh Ani Widayati, S.Pd., M.Pd., Ed.D., bersama anggota tim dosen FEB UNY yang terdiri dari Dr. Dian Normalitasari Purnama, S.Pd., M.Pd., Dr. Agatha Saputri, M.Pd., dan Arief Nurrahman, S.Pd., M.Pd. Program ini semakin solid berkat sinergi strategis bersama organisasi sosial Desamind serta akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Dr. Masetah Ahmad Tarmizi, yang turut mengawal penyampaian materi agar adaptif dengan dinamika lokal.

Sebanyak 50 anak PMI yang menimba ilmu di Sanggar Belajar Kepong mengikuti rangkaian pelatihan edukatif ini dengan penuh antusias. Melalui simulasi interaktif dan pengenalan instrumen keuangan digital secara aman, para peserta diajak memahami konsep dasar perencanaan anggaran, pentingnya menabung, hingga pemanfaatan teknologi finansial secara bijak. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong anak-anak menjadi agen perubahan dalam mendampingi orang tua mereka mengelola remitansi hasil kerja keras di perantauan.

Ketua Tim PKM Internasional FEB UNY, Ani Widayati, menegaskan bahwa pemahaman finansial yang kuat pada anak-anak pekerja migran merupakan fondasi penting untuk memutus rantai kerentanan ekonomi keluarga. Kolaborasi akademik dan komunitas ini bukan sekadar memberikan pengetahuan teknis, melainkan juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang agar hasil jerih payah PMI dapat teralokasikan secara produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian internasional ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan edukasi finansial nonformal yang inklusif, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) lewat pemberdayaan ketahanan ekonomi keluarga pekerja migran, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis lintas batas antara perguruan tinggi UNY, UiTM, dan lembaga masyarakat Desamind. (agt)

FEB UNY, UGM, dan OJK Bersinergi dalam Penguatan Tata Kelola Keuangan melalui Pelatihan Akuntansi Inklusif bagi Pengurus Organisasi Penyandang Disabilitas OHANA Indonesia

Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan pelatihan “Penguatan Tata Kelola Keuangan melalui Pelatihan Akuntansi Inklusif bagi Pengurus Organisasi Penyandang Disabilitas OHANA Indonesia” di Kantor Unit Layanan Disabilitas Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan pengurus dalam mencatat transaksi, menyusun laporan keuangan, dan mempertanggungjawabkan sumber daya organisasi secara transparan.

Pelatihan berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY). Susana Diah Kusumaningrum memperkenalkan tugas dan fungsi OJK serta membekali peserta dengan pengelolaan keuangan yang sehat, transaksi digital yang aman, cara memeriksa legalitas lembaga jasa keuangan, perbedaan pinjaman daring legal dan ilegal, perlindungan data pribadi, dan kanal resmi pengaduan OJK.

Ketua Tim Pengabdi, Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP., menjelaskan perbedaan entitas berorientasi laba dan organisasi nonlaba. Ia menekankan bahwa laporan keuangan penting untuk menjaga keberlanjutan, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, mendukung pengambilan keputusan, dan menunjukkan akuntabilitas. Peserta juga dikenalkan pada pelaporan keuangan berdasarkan ISAK 335, termasuk klasifikasi sumber daya dengan dan tanpa pembatasan dari pemberi sumber daya.

Dian Juliani, S.E., M.Sc. melanjutkan materi mengenai lima laporan utama organisasi nonlaba, yaitu laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan tersebut menggambarkan posisi keuangan, penerimaan dan penggunaan sumber daya, perubahan aset neto, serta informasi penting di balik angka yang disajikan.

Nurul Hidayah, S.Pd., M.Sc. memandu praktik pencatatan sederhana, mulai dari bukti transaksi, jurnal umum, dan buku besar hingga penyusunan laporan keuangan. Tim pengabdi turut menekankan pentingnya memisahkan uang organisasi dari uang pribadi, menggunakan rekening khusus, mencatat transaksi secara rutin, menyimpan dokumen pendukung, dan menggunakan dana sesuai pembatasan pemberi sumber daya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan memperoleh antusiasme yang baik. Melalui diskusi dan praktik, peserta dapat menghubungkan materi dengan pengalaman nyata dalam mengelola penerimaan, pengeluaran, dan pertanggungjawaban program OHANA Indonesia.

Pelatihan ini diharapkan meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri pengurus OHANA Indonesia dalam menyusun laporan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel. Kolaborasi perguruan tinggi, regulator, dan organisasi penyandang disabilitas tersebut sekaligus mencerminkan semangat FEB UNY Berdampak dan Diktisaintek Berdampak melalui penerapan pengetahuan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Tim Pelaksana

Dosen: Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP.; Dian Juliani, S.E., M.Sc.; Nurul Hidayah, S.Pd., M.Sc.; dan Annisa Ratna Sari, S.Pd., M.S.Ed., Ph.D.

Mahasiswa: Mawadatun Kafidah; Angelia Intan Revalina; Dewi Cahyani Putri; Saufi Afriyandi; dan Hani Suciati.

Penulis: Dian Juliani

 

FEB UNY Gandeng OJK Institute Gelar Riset Vaganza, Bahas Sertifikasi Finfluencer hingga Pinjaman Daring

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) bekerja sama dengan OJK Institute dan Kantor OJK Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar bertajuk "Riset Vaganza: Melek Finansial di Era Digital" pada Kamis, 2 Juli 2026. Acara yang digelar di Ruang Teater PMD FEB UNY ini menghadirkan sejumlah peneliti OJK Institute untuk memaparkan dua hasil riset terbaru, yakni mengenai penggunaan jasa financial influencer (finfluencer) di industri jasa keuangan serta perilaku masyarakat dalam menggunakan pinjaman daring dan pay later. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan mahasiswa dan civitas akademika sekaligus memperkenalkan lebih dekat peran OJK Institute sebagai lembaga riset di bawah Otoritas Jasa Keuangan.

Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan di kalangan sivitas akademika di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital. Menurutnya, kemampuan memahami informasi keuangan secara kritis menjadi bekal penting agar masyarakat, khususnya mahasiswa, tidak mudah terjebak pada praktik investasi maupun layanan keuangan ilegal. “Semoga dengan seminar ini, para mahasiswa dan juga sivitas akademika terhindar dari praktik-praktik finansial yang bodong dan merugikan,” ujarnya.

Direktur Riset OJK Institute, Dr. Bayu Bandono, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dengan FEB UNY dalam penyelenggaraan seminar tersebut. Ia berharap semakin banyak mahasiswa mengenal peran OJK dan OJK Institute sebagai pusat riset di sektor jasa keuangan. Bayu juga mengajak mahasiswa yang memiliki minat dalam penelitian, penulisan ilmiah, maupun Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk menjajaki peluang berkarier bersama OJK Institute. Sementara itu, Kepala OJK Daerah Istimewa Yogyakarta, Eko Yunianto, turut menegaskan komitmen OJK dalam memperluas edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat melalui sinergi dengan perguruan tinggi. Sesi pemaparan kemudian dipandu oleh moderator Prof. Ratna Candra Sari, M.Si., Ak., CA., CFP, yang antara lain mengangkat pertanyaan mengenai langkah OJK dalam merespons fenomena semakin banyaknya influencer yang menjalin kerja sama dengan pelaku jasa keuangan untuk mempromosikan berbagai produk dan layanan.

Pertanyaan tersebut dijawab melalui paparan riset yang disampaikan oleh narasumber Endang Nuryadin, Sulistyoningsih, dan Widya Ningsih. Riset mengenai finfluencer menemukan bahwa penggunaan finfluencer memiliki potensi memperluas jangkauan edukasi dan pemasaran produk keuangan, namun juga menyimpan risiko apabila informasi yang disampaikan tidak akurat atau tidak disertai pemahaman yang memadai. Selain itu, penggunaan jasa influencer terverifikasi dan populer justru berpengaruh positif terhadap peningkatan jumlah pengaduan dan ekspektasi kerugian konsumen, sehingga diperlukan penguatan regulasi serta edukasi kompetensi bagi finfluencer. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi keuangan, pengawasan, serta regulasi yang mampu melindungi konsumen di era digital.

Adapun riset mengenai pinjaman daring dan pay later mengungkap bahwa keputusan masyarakat menggunakan layanan tersebut secara berulang banyak dipengaruhi oleh kesalahpahaman terhadap limit kredit (credit limit misconception) serta rendahnya literasi keuangan, dengan pengguna pinjaman online ilegal menunjukkan kondisi keuangan yang lebih rentan memburuk dibandingkan pengguna layanan berizin OJK. Di penghujung acara, OJK Institute turut memperkenalkan dua jurnal ilmiah yang dikelolanya, yaitu International Journal of Financial Systems (IJFS) dan International Journal of Islamic Financial System (IJIFS), serta layanan perpustakaan OJK yang dapat diakses masyarakat dan pegawai OJK.

Kegiatan Riset Vaganza ini sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi keuangan digital bagi mahasiswa, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat dorongan praktik bisnis jasa keuangan yang bertanggung jawab, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan regulasi dan perlindungan konsumen dari praktik keuangan ilegal seperti pinjaman online tanpa izin. Selain itu, upaya mendorong inklusi dan pemahaman risiko keuangan digital yang lebih merata juga berkontribusi pada semangat SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan), khususnya dalam melindungi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dari jerat utang dan misinformasi finansial. (fdhl)

Sambutan Dekan OJK InstituteSambutan Eko YuniantoProf Ratna Candra Sari OJK Institute

Laporan Tahunan Dekan FEB 2026: Dekan Ajak Kembali Pahami Visi Fakultas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan acara Laporan Tahunan Dekan FEB UNY 2026 pada Senin, 22 Juni 2026. Bertempat di Ruang Teater Gedung PMD FEB UNY, kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) FEB UNY, perwakilan pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa) FEB UNY, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) FEB UNY. Acara ini menjadi momentum bagi seluruh civitas akademika untuk merefleksikan capaian kinerja serta menentukan arah kebijakan fakultas yang dicapai sejak bulan Juni 2025 hingga bulan Mei 2026.

Dalam sambutannya, Ketua Senat Akademik FEB UNY, Dr. Abdullah Taman, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan laporan tahunan ini diselenggarakan sebagai pengganti dari perayaan Dies Natalis Fakultas, sejalan dengan peraturan masa kini yang menetapkan bahwa Dies Natalis hanya boleh diselenggarakan di tingkat universitas guna memangkas beberapa kegiatan agar lebih efisien. "Kalau merujuk pada sejarah pendiriannya sejak tanggal 22 Juni 2011, momen ini menandai usia FEB UNY yang ke-15 tahun, di mana fakultas ini awalnya bermula dari satu jurusan bernama Pendidikan Dunia Usaha sebelum bertransformasi menjadi fakultas mandiri," tambahnya. Dr. Abdullah juga mengajak seluruh civitas akademika untuk melakukan introspeksi tahun lalu demi menyongsong masa depan, dengan memegang prinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, seraya mengapresiasi tren kenaikan kualitas SDM serta semakin banyaknya dosen yang menempuh studi lanjut.

Melanjutkan agenda utama, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd., memaparkan laporan kinerja fakultas yang mencatat berbagai raihan akademik luar biasa dan patut diapresiasi. Dekan mengajak para civitas akademika untuk selalu mengingat dan memahami visi FEB UNY, yaitu "Menjadi fakultas ekonomi dan bisnis yang unggul, kreatif, dan inovatif berkelanjutan, berwawasan global, di bidang kependidikan dan non kependidikan". Saat ini, FEB UNY mengelola lima program studi S1, tiga program studi S2, dan satu program studi S3. Seluruh program studi jenjang S1 telah sukses memperoleh akreditasi "Unggul" secara nasional serta berhasil terakreditasi internasional oleh FIBAA. Sementara itu, program studi pascasarjana (S2 dan S3) secara kompak mengantongi predikat "Baik Sekali". Kualitas akademik yang tinggi ini juga dibuktikan dengan pencapaian rata-rata IPK kelulusan mahasiswa dalam tiga tahun terakhir yang secara konsisten berada di atas angka 3,62.

Pencapaian prestasi dan internasionalisasi di lingkungan FEB UNY juga menunjukkan perkembangan yang dinamis. Selama periode pelaporan, mahasiswa FEB UNY berhasil menorehkan total 820 prestasi di bidang penalaran, olahraga, seni, dan minat khusus, dengan 30 di antaranya merupakan capaian gemilang di tingkat internasional. Internasionalisasi kampus kian diperkuat dengan hadirnya 17 mahasiswa asing aktif pada jenjang S1 serta 5 mahasiswa asing pada jenjang S2 yang berasal dari berbagai negara, seperti Kazakhstan, China, Kenya, hingga Zimbabwe. Di sisi lain, indikator kinerja alumni juga menunjukkan tren positif melalui pengisian tracer study yang partisipasinya meningkat hingga mencapai 876 alumni pada lulusan tahun 2025.

Dari aspek tata kelola sarana dan prasarana, dekanat terus melakukan peningkatan fasilitas demi mendukung kenyamanan perkuliahan dan layanan administrasi, mulai dari pemeliharaan ruang kelas, peningkatan laboratorium komputer, penambahan area parkir, hingga pengadaan fasilitas lift di Gedung Dekanat. Di samping itu, FEB UNY juga terus memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan hidup melalui inisiatif kampus hijau (Green Campus Initiative). Langkah nyata ini diwujudkan melalui pemeliharaan mesin Smart Water Station di Gedung PMD dan Dekanat serta pengadaan tempat sampah besi permanen khusus untuk pemilahan sampah botol guna mengedukasi warga kampus dalam mengurangi limbah plastik.

Penyelenggaraan Laporan Tahunan Dekan FEB UNY 2026 ini memiliki korelasi yang sangat erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Raihan akreditasi internasional FIBAA, tingginya rerata IPK mahasiswa, serta meningkatnya jumlah dosen yang studi lanjut berkontribusi langsung pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Adanya penyaluran berbagai macam beasiswa yang berhasil menjangkau 785 mahasiswa pendidik mendukung perwujudan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dalam hal pemerataan akses pendidikan tinggi. Terakhir, penerapan kebijakan pemilahan sampah botol plastik serta pemeliharaan Smart Water Station menjadi bukti komitmen konkret fakultas dalam mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) demi terciptanya ekosistem kampus yang hijau dan berkelanjutan. (fdh)

Pages