SDGs #8 Pembangunan Ekonomi

“How May I Assist You?”: Siswa XI MPLB Asah Kemampuan Komunikasi Bahasa Inggris Untuk Bekal Dunia Kerja

Pembelajaran mata Pelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KTK) di SMK Muhammadiyah 2 Bantul menjadi salah satu bentuk kontribusi terhadap Susteinable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 Pendidikan Bermutu (Quality Education) dan SGDs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). Melalui kegiatan ini, siswa kelas XI Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) dibekali pengetahuan dan keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan Prameswari Sekar Hardaningrum, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026, melalui pembelajaran yang memadukan teori dan praktik. Salah satu bentuk praktik yang dilakukan Adalah berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi yang berkaitan dengan lingkungan kerja. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja.

Dalam praktiknya, siswa mempelajari kosakata dan ungkapan Bahasa Inggris yang umum digunakan di tempat kerja. Salah satu ungkapan yang dipraktikkan adalah “How May I Assist You?” sebagai bentuk pelayanan yang sopan dan professional. Siswa juga berlatih menyapa, memperkenalkan disi, menawarkan bantuan, menyampaikan informasi, dan memberikan respons dalam Bahasa Inggris. Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga belajar menerapkan etika komunikasi professional. 

Kegiatan pembelajaran berbasis praktik ini mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam menggunakan Bahasa Inggris dan memahami pentingnya komunikasi yang efektif di dunia kerja. Siswa dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan situasi yang mungkin ditemui ketika memasuki lingkungan kerja. Pendampingan Prameswari Sekar Hardaningrum mahasiswa mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 turut mendukung pembelajaran yang aplikatif dan berorientasi pada keterampilan serta siswa memperoleh pengalam langsung dalam menerapkan komunikasi professional. 

Penerapan SDGs 4 diwujudkan melalui pembelajaran yang berkualitas dan pengembangan keterampilan yang relevan bagi siswa, sedangkan SDGs 8 diwujudkan melalui penguatan kompetensi sebagai bekal memasuki dunia kerja. Pembelajaran Komunikasi di Tempat Kerja (KTK) menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, etika professional, dan kemampuan berbahasa Inggris. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung. Dari ruang kelas, siswa dipersiapkan menjadi generasi yang kompeten, percaya diri, dan siap menghadapi dunia kerja. (psh)

WSBK 17 Hadirkan Direktur Utama KAI Services

Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bekerjasama dengan FEB UNY menggelar Workshop Series Bimbingan Karier (WSBK) #17 bertajuk “Peluang dan Strategi Menembus Karir di Perusahaan BUMN”. Kegiatan yang dipandu oleh Dr. Agatha Saputri, M.Pd. selaku Kepala Divisi UUIK dan Humas FEB UNY ini berlangsung sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa. Terbukti, jumlah peserta melesat hingga mencapai 1.352 orang, melampaui target awal penyelenggaraan yang dipatok sebanyak 1.200 peserta.

Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Direktur AKA Prof. Dr. Iis Prasetyo, M.M., yang mewakili Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNY, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin kampus dalam menggembleng lulusan agar menjadi talenta unggul. Selain memberikan pembekalan soft skill dan poin Penghargaan Ekstrakurikuler Mahasiswa (PEM), pihak direktorat juga aktif menjalin kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah daerah untuk memperluas akses beasiswa demi meringankan beban Uang Kuliah Tunggal (UKT). Senada dengan hal tersebut, Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi dan berharap materi dari para alumni dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam memetakan strategi karier sejak dini.

Sesi pemaparan materi diawali oleh Direktur Utama PT Reska Multi Usaha (KAI Services) yang juga alumnus FEB UNY, Krisna Ariyanto, S.E., dengan topik "Dari UNY Menuju Ruang Kepemimpinan". Dalam paparannya, Krisna menekankan pentingnya pembentukan pola pikir kepemimpinan dan penerapan budaya kerja AKHLAK untuk mencetak talenta tangguh di BUMN. Ia membagikan pengalaman hidupnya serta memberikan tiga prinsip utama dalam meniti karier, yaitu Outwork (bekerja dengan standar lebih tinggi), Outlearn (belajar lebih cepat), dan Outlast (pantang menyerah), sembari mengingatkan bahwa titik awal seseorang tidak menentukan garis finish-nya.

Selanjutnya, narasumber kedua dari BRI Cabang Salatiga, Dwi Pristianto Purbo Nugroho, S.E., M.M., membeberkan panduan teknis mengenai strategi menghadapi tes wawancara dan pemeriksaan kesehatan (medical check-up). Head Collection Micro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KC Salatiga tersebut menggarisbawahi bahwa kesiapan pelamar harus mencakup pemahaman mendalam tentang profil perusahaan dan posisi yang dilamar. Selain itu, persiapan fisik dan mental sebelum menjalani tahapan seleksi juga menjadi faktor krusial agar peserta mampu menunjukkan performa terbaik di hadapan tim perekrut.

Tak sekadar menyampaikan materi teknis dan kepemimpinan, kedua narasumber juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan suntikan motivasi kepada para peserta yang didominasi oleh Generasi Z. Mereka mengajak para mahasiswa untuk bersama-sama mendobrak stigma negatif yang sering melekat pada Gen Z, seperti anggapan mudah menyerah. Melalui pembekalan ini, mahasiswa didorong untuk bertransformasi menjadi pribadi yang berdaya tahan tinggi, adaptif, serta siap menghadapi realitas dan dinamika dunia kerja yang sesungguhnya.

Penyelenggaraan WSBK #17 ini sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui pemberian bimbingan karier, peningkatan literasi dunia kerja, serta penguatan soft skill mahasiswa, UNY berkontribusi nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan siap terserap di pasar kerja profesional. Upaya ini tidak hanya memperluas kesempatan kerja yang layak bagi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga mendukung penguatan sumber daya manusia unggul guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (ist/fdh)

Agatha SaputriDwi Pristianto

Praktik Kependidikan Mahasiswa UNY: Dukung Kesiapan Kerja Siswa Lewat Pembelajaran Komputer Akuntansi MYOB di SMK Negeri 1 Jogonalan

Ikhsania Rahayuning Tyas, mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Jogonalan mengampu mata pelajaran Komputer Akuntansi berbasis Aplikasi MYOB bagi 36 siswa kelas XI AKL. Pembelajaran ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Akuntansi SMKN 1 Jogonalan, pada rentang tanggal 01 – 08 September 2026, secara rutin setiap hari Selasa pada jam ke-7 hingga ke-10 atau pada pukul 12.15 – 15.15 WIB. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), Khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) yang menyoroti pentingnya kesiapan memasuki dunia kerja. Melalui pembelajaran berbasis praktik langsung, siswa tidak hanya dibekali pemahaman konsep akuntansi, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja di era digital.

Kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk membekali peserta didik dengan kompetensi praktik Komputer Akuntansi secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan data hingga penyusunan laporan keuangan menggunakan aplikasi MYOB. Salah satu hal yang membedakan pembelajaran ini adalah penerapan metode role play, di mana peserta didik tidak sekedar mengerjakan latihan biasa, melainkan diposisikan sebagai staf akuntansi yang menerima surat tugas resmi untuk menangani kasus keuangan sebuah perusahaan hingga tuntas. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas XI AKL 2 yang berperan sebagai ‘staf akuntansi’ dan mahasiswa PK yang bertindak sebagai ‘manajer’ dalam skenario role play. Setiap peserta didik memperoleh LKPD yang dicetak dalam bentuk booklet, yang berisi surat tugas dengan nama masing-masing siswa selaku staf akuntansi, soal kasus perusahaan, lembar progress pengerjaan, hingga lembar serah terima tugas yang diparaf oleh manajer (guru) sebagai tanda satu siklus perusahaan telah dituntaskan dengan baik. Antusiasme peserta didik terlihat sejak awal menerima surat tugas yang berisi nama mereka. Melalui skenario ini, peserta didik menyelesaikan seluruh siklus akuntansi milik perusahaan jasa kecantikan bernama Azura Glow Studio.

Pendekatan berbasis peran ini turut menumbuhkan rasa tanggung jawab pada peserta didik. Ketika mereka menempatkan diri sebagai staf akuntansi yang menangani kasus nyata sebuah perusahaan, siswa tampak lebih cermat, teliti, dan berhati-hati dalam menuntaskan setiap tahapan pekerjaanya. Bahkan, sejumlah siswa telah mampu menyusun database MYOB secara mandiri, mulai dari setup data awal hingga pembuatan kartu pelanggan dan pemasok (card file). Capaian ini menjadi bukti nyata bagaimana pembelajaran berbasis praktik mampu mendorong penguasaan keterampilan teknis dan kejuruan yang benar-benar relevan dengan dunia kerja, sejalan dengan SDG 4. Tidak hanya itu, MYOB merupakan aplikasi akuntansi yang juga lazim digunakan di dunia kerja sekaligus menjadi salah satu keterampilan yang akan diujikan dalam Uji Kompetensi Keahlian nantinya, kegiatan ini juga turut mempersiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja menjadi langkah awal dalam mendukung SDG 8 dalam mendorong pekerjaan yang layak bagi generasi muda.

Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan semakin terampil dan percaya diri dalam mengoperasikan aplikasi akuntansi, sebagai bekal untuk menghadapi Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) maupun dunia kerja nantinya. Harapannya, metode pembelajaran berbasis simulasi peran dapat terus dikembankan serta diterapkan, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK Negeri 1 Jogonalan. (irt)

Membangun Fondasi Kompetensi Digital Sejak Kelas X: Mahasiswa PK PADP FEB UNY Perkuat Keterampilan Mengetik Dan Pengelolaan Dokumen Siswa SMKN 1 Bantul

Sebagai upaya nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan kompetensi peserta didik, Lintang Puspita Devi, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNY melaksanakan kegiatan pendampingan belajar pada mata Pelajaran Informatika bagi siswa kelas X MP 1 SMK Negeri 1 Bantul. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kompetensi digital melalui keterampilan mengetik dan pengelolaan dokumen menggunakan aplikasi Microsoft Word. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7, 13, dan 14 Agustus serta 1, 3, dan 8 September di Laboratorium Komputer SMK Negeri 1 Bantul dengan sasaran sebanyak 36 siswa. Kegiatan pembelajaran difokuskan pada penguasaan keterampilan mengetik menggunakan teknik mengetik 10 jari serta keterampilan pengelolaan dokumen melalui aplikasi Microsoft Word. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa PK dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, serta SDGs 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan keterampilan dasar yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran langsung dengan mahasiswa PK berperan sebagai pengajar yang mengelola seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran yang berlangsung dengan rincian kegiatan berupa pembukaan, kegiatan inti berupa penyampaian materi dan praktik, serta kegiatan penutup. Pada ketiga pertemuan awal, siswa mempelajari konsep dasar mengetik, ergonomi mengetik, dan Teknik mengetik 10 jari. Kegiatan mengetik dilakukan menggunakan aplikasi Typing Master. Untuk meningkatkan antusiasme dan motivasi belajar siswa, kegiatan pembelajaran dikemas secara interaktif dan menyenangkan dengan mengadakan kompetisi kecil kecepatan dan ketelitian dalam mengetik. Pada tiga pertemuan berikutnya, siswa diarahkan pada penguasaan aplikasi pengolah kata Microsoft Word sebagai salah satu kompetensi dasar dalam pengelolaan dokumen perkantoran. Dalam pelaksanaan proses awal praktik mengetik pengolahan dokumen, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam proses pembuatan. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai pengajar mulai memberikan instruksi dan demonstrasi secara langsung menggunakan proyektor mulai dari langkah-langkah pembuatan hingga memperkenalkan satu per satu fitur yang digunakan sehingga siswa tidak hanya dapat menirukan namun juga memahami fungsi fitur-fitur aplikasi Ms. Word.

Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta didik dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar penggunaan teknologi perkantoran. Siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung dalam mengoperasikan aplikasi komputer sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam mengoperasikan aplikasi di bidang perkantoran. Bagi sekolah, kegiatan ini turut mendukung penguatan pembelajaran berbasis kompetensi dan kesiapan siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi dalam mengejar keseimbangan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap SDGs 4 melalui peningkatan kualitas pengalaman belajar dan untuk meningkatkan ketercapaian SDGs 8 melalui pembentukan kompetensi awal sebagai bekal siswa dalam menyiapkan diri menuju kehidupan kerja yang layak.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa data terus mengembangkan keterampilan mengetik dan pengelolaan dokumen secara mandiri dan berkelanjutan. Penguasaan kompetensi digital sejak kelas X dapat menjadi fondasi bagi siswa untuk mempelajari keterampilan aplikasi perkantoran yang lebih kompleks pada tahap belajar di grade berikutnya serta meningkatkan kesiapan mereka menghadapi tuntutan Pendidikan dan dunia kerja di masa depan. (ltg)

Ubur-ubur Kepo Hidupkan Pembelajaran Ketenagakerjaan, Dorong Literasi Murid Berbasis SDGs

Murid Kelas XI A MAN 2 Yogyakarta mengikuti pembelajaran Ekonomi materi Ketenagakerjaan melalui kegiatan yang unik dan interaktif pada Rabu (02/09/26) lalu. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Indah Lestiyaningsih Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY). Dalam sesi ini, Indah mengintegrasikan media pembelajaran inovatif bernama “Ubur-Ubur Kepo” untuk menghidupkan suasana kelas, memicu keaktifan, serta mendorong rasa ingin tahu para murid. Penerapan metode yang berpusat pada murid (student-centered learning) ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Melalui ruang belajar yang inklusif dan partisipatif, murid tidak hanya menjadi objek, melainkan berperan aktif sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran.

Kegiatan ini bertujuan agar para murid mampu mengidentifikasi jenis tenaga kerja, membedakan angkatan kerja dan bukan angkatan kerja, serta mendeskripsikan konsep ketenagakerjaan secara mendalam. Untuk mencapai target tersebut, pembelajaran dirancang menggunakan model Problem-Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan strategi Cooperative Learning. Melalui media “Ubur-Ubur Kepo”, murid ditantang untuk mengeksplorasi berbagai pertanyaan krusial seputar dunia kerja. Rasa penasaran mereka kemudian dikembangkan menjadi pemantik diskusi kelompok. Melalui pendekatan ini, murid tidak hanya menerima teori secara pasif, tetapi terlibat langsung dalam membangun pemahaman secara kolaboratif bersama guru dan teman sebaya.

Penerapan media “Ubur-Ubur Kepo” terbukti sukses membuat suasana kelas jauh lebih hidup. Para murid tampak antusias dan terlibat aktif dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta bekerja sama memecahkan studi kasus. Metode interaktif ini tidak hanya mendongkrak pemahaman materi, tetapi juga mengasah keterampilan abad ke-21 murid, seperti berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi.  Dari perspektif global, inovasi pembelajaran ini berhasil mengintegrasikan dua poin penting Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus. Selain mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan mutu pengalaman belajar, kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Melalui literasi ekonomi yang ditanamkan sejak dini, murid dibekali pemahaman mendasar mengenai konsep ketenagakerjaan sebagai modal masa depan mereka.

Penggunaan media pembelajaran yang memanfaatkan rasa ingin tahu murid ini diharapkan dapat terus dikembangkan, baik dalam mata pelajaran Ekonomi maupun bidang studi lainnya. Kegiatan inovatif tersebut juga diharapkan mampu menjadi pengalaman berharga yang mendorong terciptanya proses belajar lebih aktif, bermakna, dan relevan dengan kehidupan nyata murid. Melalui konsistensi inovasi seperti ini, MAN 2 Yogyakarta optimis dapat terus mencetak generasi muda yang kritis dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Langkah nyata ini sekaligus bukti bahwa dunia pendidikan madrasah mampu berkontribusi aktif dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di Indonesia. (ndl)

Mahasiswa Praktik Kependidikan UNY Berkontribusi dalam Pelaksanaan PKM bagi Guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut serta membantu tim dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bagi guru Akuntansi yang tergabung dalam MGMP Kota dan Kabupaten Magelang. Kegiatan berjudul "Pendampingan Penguatan Pemahaman Teori dan Praktik Penyusunan Laporan Arus Kas Berbasis Digital bagi Guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang" ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Akuntansi SMK Negeri 2 Magelang pada Jumat (31/08/26) lalu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui penguatan pemahaman teori dan praktik berbasis digital sekaligus berkontribusi terhadap lima poin Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDGs 1, SDGs 4, SDGs 8, SDGs 9, dan SDGs 17.

Pendampingan ini bertujuan memperkuat pemahaman guru mengenai teori sekaligus praktik menyusun laporan arus kas agar lebih relevan dengan pembelajaran dan dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi, penyampaian materi, dan pendampingan praktik. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman laporan arus kas, perbedaan laba berbasis akrual dengan kas yang diterima atau dikeluarkan, pengelompokan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, serta metode langsung dan tidak langsung. Peserta kemudian mempraktikkan penyusunan laporan arus kas menggunakan spreadsheet mulai dari input transaksi, klasifikasi arus kas, perhitungan, hingga penyusunan laporan akhir. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) SMK Negeri 2 Magelang, salah satunya Yulia Nuraeni Suci (NIM 23080430034) Program Studi Pendidikan Akuntansi-S1 UNY, yang bertugas sebagai master of ceremony (MC) sekaligus membantu berbagai persiapan teknis seperti penataan ruangan, pencatatan kehadiran, distribusi konsumsi, dan pendampingan guru selama praktik berlangsung. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan tim dosen UNY berjumlah 5 dosen bersama sekitar 20 guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang.

Pendampingan ini memberikan dampak positif dan manfaat berupa peningkatan pemahaman konseptual dan praktik guru dalam menyusun laporan arus kas. Penggunaan spreadsheet sebagai media digital membantu guru memahami alur penyusunan laporan sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik. Kontribusi kegiatan ini terhadap SDGs terlihat dari beberapa aspek yaitu mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi guru untuk pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena pembelajaran yang mendekati praktik dunia kerja membantu mempersiapkan siswa SMK dengan keterampilan relevan, SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi digital dalam pembelajaran, serta SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) karena peningkatan kualitas pendidikan turut mendukung kesiapan kerja yang meningkatkan ekonomi siswa. Kolaborasi antara UNY dan MGMP dalam kegiatan ini juga mencerminkan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Hasil pendampingan ini diharapkan bermanfaat oleh guru Akuntansi dalam pembelajaran di sekolah. Template laporan arus kas berbasis spreadsheet dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran praktik. Melalui forum MGMP, guru juga diharapkan dapat saling berbagi pengalaman serta terus mengembangkan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Akuntansi sehingga kegiatan ini berdampak bagi peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja. (yns)

Perkuat Global Mindset dan Transformasi Digital, Mahasiswa MM UNY Ikuti 2026 "Zhi & Xing Guizhou" Silk Road Youth Exchange Program di Tiongkok

Dalam rangka memperluas wawasan internasional serta memahami implementasi teknologi modern dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), mahasiswa Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) angkatan 2025, Regita Lestariyan Lainy, berpartisipasi dalam ajang 2026 "Zhi & Xing Guizhou" Silk Road Youth Exchange Program di Republik Rakyat Tiongkok.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung integrasi Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Internet of Things (IoT) dalam fungsi Learning and Development (L&D), otomatisasi industri, serta pengembangan strategi kepemimpinan lintas budaya (cross-cultural leadership) di era global.

Rangkaian kegiatan ini berlangsung selama 9 hari, mulai tanggal 24 Juli hingga 1 Agustus 2026, dan berlokasi di beberapa kota strategis di Tiongkok, antara lain Beijing, Guiyang, Anshun, Duyun, Danzhai, dan Sandu.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda akademik, kunjungan industri, hingga eksplorasi budaya. Kegiatan diawali dengan kunjungan sejarah ke Great Wall serta Courtesy Call ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing untuk mempererat hubungan diplomatik dan jejaring pendidikan.

Selanjutnya, peserta melakukan kunjungan industri ke perusahaan AI Chinese untuk mengamati demonstrasi platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan seperti Knowly sebagai sarana upskilling dan reskilling SDM modern. Di Provinsi Guizhou, delegasi mengikuti Welcome Ceremony dan kelas bahasa serta kaligrafi Mandarin di Guizhou Vocational College of Economics and Business.

Studi lapangan juga dilakukan di Anshun Tourism Group di Huangguoshu Waterfall untuk mengamati penerapan Smart Tourism, dilanjutkan dengan kunjungan ke Balinghe Bridge Museum, serta eksplorasi pengelolaan data makro di National Big Data Exhibition Center di Guiyang.

Selain agenda berbasis teknologi, peserta juga mendapatkan pengalaman pertukaran budaya melalui Workshop Miao Batik Intangible Cultural Heritage di Duyun dan studi kebudayaan etnis Shui di Sandu. Rangkaian program diakhiri dengan observasi penerapan IoT pada perkebunan teh modern di Duyun Maojian Tea Digital Demonstration Park serta penutupan resmi pada acara Graduation Ceremony.

Melalui keikutsertaan dalam program ini, mahasiswa MM FEB UNY berhasil memperoleh pemahaman mendalam mengenai data-driven HRD, membangun jejaring kolaborasi internasional, serta meningkatkan keterampilan komunikasi interkultural. Hasil dan pengalaman ini diharapkan dapat menjadi best practices yang diadopsi dalam pengembangan kompetensi manajerial, riset akademis, maupun pengelolaan organisasi di Indonesia. (rgt)

Usung Tema "Mahawira Amerta Nira", Mahasiswa UNY dan Siswa SMK Negeri 1 Kokap Raih Terbaik 1 Karnaval Semarak Merdeka Se-Kulon Progo 2026

Melestarikan budaya daerah tidak selalu harus melalui kegiatan formal di ruang kelas. Terkadang, hal itu bisa dimulai dari panggung sederhana seperti pawai karnaval, di mana identitas lokal ditampilkan lewat kostum dan kreativitas anak muda. Hal inilah yang ditunjukkan oleh SMK Negeri 1 Kokap dalam Karnaval Se-Kabupaten Kulon Progo yang digelar pada Sabtu (22/08/26) lalu dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Karnaval tahunan ini diikuti oleh berbagai instansi pendidikan se-Kabupaten Kulon Progo, salah satunya SMK Negeri 1 Kokap yang tampil dengan mengusung tema "Mahawira Amerta Nira" dengan sub-tagline "Manisnya Warisan Menoreh". Persembahan dan karya ini mengangkat semangat kerja keras, gotong royong, dan ketulusan, sekaligus menjadi bentuk penghormatan bagi para penderes atau penjaga warisan tradisional yang mengolah tetes-tetes nira di kawasan Perbukitan Menoreh.

Kegiatan ini turut melibatkan Muhammad Ainurrofik Syahrul Haq, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang sedang menjalani Praktik Kependidikan (PK) di SMK Negeri 1 Kokap. Dalam karnaval ini, ia dipercaya menjadi salah satu maskot yang mewakili SMK Negeri 1 Kokap sepanjang rute pawai. Bersama para siswa dan warga sekolah lainnya, Muhammad Ainurrofik Syahrul Haq ikut menyiapkan kostum yang digunakan dalam pawai, sebagian di antaranya dibuat secara mandiri dari bahan kardus bekas yang disulap menjadi kostum bernuansa gula semut. Selain kostum hasil kreasi sendiri, beberapa peserta juga mengenakan busana tradisional sewaan untuk memperkuat penggambaran sosok penderes nira dan kehidupan masyarakat Menoreh.

Bagi Muhammad Ainurrofik Syahrul Haq, kesempatan menjadi maskot karnaval menjadi bagian dari pengalaman Praktik Kependidikan yang memperlihatkan bahwa keterlibatan mahasiswa PK di sekolah tidak hanya terbatas pada kegiatan belajar-mengajar di kelas. Melalui pawai ini, ia turut ambil bagian dalam memperkenalkan sekaligus menghormati kerja keras para penjaga tradisi penderesan nira di Kulon Progo kepada masyarakat yang lebih luas di tingkat kabupaten, sekaligus mempererat kolaborasi antara mahasiswa PK dan warga sekolah.

Kerja keras dan kekompakan tim dalam mempersiapkan tema serta kostum karnaval ini membuahkan hasil membanggakan. SMK Negeri 1 Kokap berhasil meraih predikat Terbaik 1 dalam lomba karnaval tingkat Kabupaten Kulon Progo tersebut, sebuah pencapaian yang menjadi bukti bahwa kreativitas dalam mengangkat nilai kerja keras, gotong royong, dan warisan budaya lokal mampu bersaing di tingkat kabupaten. Keterlibatan mahasiswa PK UNY dalam kegiatan ini turut memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung proses pendidikan sekaligus pelestarian budaya daerah. Melalui keterlibatan secara langsung, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman di luar kegiatan mengajar, tetapi juga belajar memahami dan menghargai kearifan lokal yang hidup di lingkungan sekolah tempatnya bertugas.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pertama, SDGs Nomor 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, karena Karnaval ini menjadi sarana pelestarian warisan budaya dan tradisi lokal, khususnya kearifan penderesan nira yang menjadi bagian dari identitas kawasan Perbukitan Menoreh. Kedua, SDGs Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena tema "Mahawira Amerta Nira" secara langsung menjadi bentuk penghormatan bagi para penderes nira di kawasan Menoreh, yang kerja kerasnya menopang perekonomian dan mata pencaharian warga setempat melalui pengolahan gula kelapa/gula semut. Ketiga, SDGs Nomor 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, Karena Tradisi pengolahan nira menjadi gula kelapa merupakan contoh praktik pemanfaatan sumber daya alam secara turun-temurun dan berkelanjutan, yang diangkat kembali melalui karya karnaval ini. Keempat, SDGs Nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas, karena Keterlibatan mahasiswa PK UNY dan siswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk pembelajaran di luar kelas yang mengasah kreativitas, kerja sama, dan kebanggaan terhadap budaya serta sejarah daerah.

Melalui karya "Mahawira Amerta Nira" dan predikat Terbaik I dalam Karnaval Semarak Merdeka Kabupaten Kulon Progo 2026 ini, SMK Negeri 1 Kokap bersama mahasiswa PK UNY yang terlibat menunjukkan bahwa kolaborasi dunia pendidikan dapat berperan dalam menghormati kerja keras masyarakat, melestarikan warisan budaya, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.

Menguatkan Pemahaman SDGS 8 melalui Pembelajaran Ekonomi Kontekstual: Studi Kasus Dampak Program Makan Bergizi Gratis terhadap Keberlangsungan Usaha dan Sistem Upah Pekerja Kantin SMA Negeri 2 Banguntapan

Naura Kholda Khoirunisa, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan pembelajaran ekonomi kontekstual berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) 8 melalui studi kasus Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dampaknya terhadap keberlangsungan usaha serta sistem upah pekerja kantin sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada 7–14 Agustus di SMA Negeri 2 Banguntapan dengan melibatkan peserta didik kelas XI Fase F, yaitu XI F C1, XI F C2, dan XI F C3. Kegiatan meliputi identifikasi masalah, observasi, wawancara, diskusi, analisis data, penyusunan PowerPoint, presentasi, dan refleksi. Kegiatan ini relevan dengan SDGs 8 karena peserta didik memahami hubungan kebijakan MBG, aktivitas ekonomi kantin, tenaga kerja, sistem upah, dan pekerjaan layak.

Pembelajaran ini bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menghubungkan konsep ekonomi dengan permasalahan nyata, khususnya dampak MBG terhadap aktivitas kantin dan sistem upah pekerja. Proses diawali dengan pengenalan fenomena MBG dan identifikasi masalah berdasarkan kondisi sekolah. Peserta didik melakukan observasi dan wawancara dengan pihak kantin selama satu minggu untuk memperoleh informasi mengenai perubahan jumlah pembeli, pendapatan usaha, kondisi tenaga kerja, dan kemungkinan perubahan sistem upah. Informasi tersebut kemudian didiskusikan dan dianalisis secara berkelompok dengan mengaitkannya pada materi ketenagakerjaan dan sistem upah. Peserta didik selanjutnya merumuskan alternatif solusi, menyusun hasil analisis dalam PowerPoint, mempresentasikan temuan kelompok, dan melakukan refleksi. Mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator, guru Ekonomi sebagai pendamping, peserta didik sebagai pelaksana analisis, serta pihak kantin sebagai sumber informasi.

Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman memahami keterkaitan antara kebijakan pemerintah, perilaku konsumen, keberlangsungan usaha, tenaga kerja, dan sistem upah. Peserta didik menganalisis bagaimana penerapan MBG dapat mengubah pola konsumsi siswa dan berpotensi memengaruhi jumlah pembeli serta pendapatan pedagang kantin. Perubahan aktivitas usaha tersebut kemudian dikaitkan dengan kebutuhan tenaga kerja dan kemungkinan penyesuaian sistem upah. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya menerima informasi, tetapi berperan sebagai pengamat dan analis terhadap fenomena ekonomi di lingkungan sekolah. Proses pembelajaran melatih peserta didik mengidentifikasi masalah, mengumpulkan informasi, menghubungkan sebab dan akibat, menganalisis data, bekerja sama, menyampaikan pendapat, dan merumuskan solusi. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa perubahan aktivitas ekonomi perlu mempertimbangkan keberlangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja.

Kegiatan pembelajaran ekonomi kontekstual berbasis SDGs 8 melalui studi kasus MBG diharapkan memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan. Peserta didik tidak hanya memahami sistem upah secara teoritis, tetapi mampu menerapkan konsep tersebut untuk menganalisis permasalahan ekonomi di lingkungan sekolah. Melalui observasi dan wawancara, peserta didik memahami bahwa kebijakan pemerintah dapat memengaruhi aktivitas ekonomi tertentu sehingga dampaknya perlu dianalisis secara lebih objektif. Pembelajaran ini diharapkan memperkuat kepedulian terhadap keberlangsungan usaha, kesejahteraan tenaga kerja, dan pentingnya pekerjaan layak. Sebagai tindak lanjut, pembelajaran kontekstual dapat terus dikembangkan dengan memanfaatkan fenomena serta kebijakan ekonomi sebagai sumber belajar kontekstual. Hasil observasi peserta didik dapat menjadi bahan refleksi bagi guru dan mahasiswa praktikan untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, partisipatif, dan relevan, sekaligus menumbuhkan kesadaran terhadap SDGs 8. (nau)

 

FEB UNY Luluskan Doktor Baru Lewat Riset Sistem Digitalisasi UMKM Terintegrasi Investor

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (S3) atas nama Rr. Yuli Noor Kusumawati, Kamis (13/8/2026), di Ruang Teater Lantai 1 Gedung PMD FEB UNY. Ujian yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB itu mengangkat disertasi berjudul "Pengembangan Model Sistem Digitalisasi Informasi UMKM Terintegrasi dengan Investor (Dutivest) untuk Memudahkan Akses Permodalan".

Ujian dipimpin oleh Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Penguji, didampingi Ani Widayati, S.Pd., M.Pd., Ed.D. sebagai Sekretaris Penguji. Bertindak sebagai penguji lainnya adalah Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M. (Penguji I Eksternal), Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., C.A., C.F.P. (Penguji II Internal), Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. selaku Promotor sekaligus penguji, serta Prof. Dr. Ali Muhson, S.Pd., M.Pd. selaku Ko-Promotor sekaligus penguji. Prosesi ujian turut dihadiri jajaran dekanat FEB UNY, Dekan Fakultas Vokasi UNY, serta kolega dan keluarga promovenda.

Dalam disertasinya, Yuli Noor Kusumawati mengangkat persoalan klasik yang membelit pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, yakni keterbatasan akses permodalan. Ia memaparkan bahwa UMKM menyumbang 64 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2024, namun banyak di antaranya tidak mampu bertahan lebih dari lima tahun akibat sulitnya mengakses modal usaha. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini disusun untuk merumuskan tahapan penyusunan sistem, membangun kerangka model, menguji kelayakan, sekaligus mengukur kinerja dan efektivitas sebuah sistem bernama Dutivest — platform digital yang menjembatani UMKM dengan investor crowdfunding.

Penelitian pengembangan ini menggunakan model Waterfall dalam membangun sistem, dengan landasan Teori Investasi Crowdfunding dan Teori Pecking Order. Kelayakan sistem Dutivest diuji oleh tujuh pakar, sepuluh perwakilan UMKM, dan sepuluh perwakilan investor, sebelum dilakukan uji evaluasi yang melibatkan 28 investor crowdfunding dan 20 pelaku UMKM di tiga wilayah Yogyakarta dan satu wilayah Jakarta menggunakan kerangka kerja PIECES (Performance, Information, Economics, Control and Security, Efficiency, Services).

Hasil penelitian menunjukkan sistem Dutivest dirancang sebagai aplikasi peer-to-peer (P2P) lending berbunga rendah yang menghubungkan UMKM dengan investor crowdfunding secara daring. Uji kelayakan dari para ahli, UMKM, maupun investor mencatatkan nilai PIECES rata-rata 87,33 persen, yang seluruhnya berada pada kategori layak. Evaluasi kinerja sistem juga menunjukkan peningkatan skor PIECES dari sisi UMKM, dari 4,37 menjadi 4,55, dan dari sisi investor, dari 4,38 menjadi 4,61 — keduanya masuk kategori sangat memuaskan. Sementara itu, tingkat efektivitas akses permodalan melalui sistem ini tercatat mencapai 143 persen, yang berarti sangat efektif dalam memudahkan penyaluran modal kepada UMKM.

Riset Dutivest ini sejalan dengan sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui upaya memperkuat kapasitas kelembagaan keuangan domestik untuk mendorong akses layanan perbankan, asuransi, dan keuangan bagi semua pihak termasuk UMKM, serta Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan akses UMKM terhadap layanan keuangan dan pasar. Model sistem ini juga berkontribusi pada Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan membuka peluang keberlangsungan usaha yang lebih besar bagi pelaku UMKM, sekaligus Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui skema kemitraan pembiayaan antara UMKM dan investor crowdfunding. (fdh)

Rr Yuli Noor

Pages