FEB UNY Luluskan Doktor Baru Lewat Riset Sistem Digitalisasi UMKM Terintegrasi Investor
Submitted by feb on Sat, 15/08/2026 - 15:08
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (S3) atas nama Rr. Yuli Noor Kusumawati, Kamis (13/8/2026), di Ruang Teater Lantai 1 Gedung PMD FEB UNY. Ujian yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB itu mengangkat disertasi berjudul "Pengembangan Model Sistem Digitalisasi Informasi UMKM Terintegrasi dengan Investor (Dutivest) untuk Memudahkan Akses Permodalan".
Ujian dipimpin oleh Dr. Sutirman, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Penguji, didampingi Ani Widayati, S.Pd., M.Pd., Ed.D. sebagai Sekretaris Penguji. Bertindak sebagai penguji lainnya adalah Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M. (Penguji I Eksternal), Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., C.A., C.F.P. (Penguji II Internal), Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. selaku Promotor sekaligus penguji, serta Prof. Dr. Ali Muhson, S.Pd., M.Pd. selaku Ko-Promotor sekaligus penguji. Prosesi ujian turut dihadiri jajaran dekanat FEB UNY, Dekan Fakultas Vokasi UNY, serta kolega dan keluarga promovenda.
Dalam disertasinya, Yuli Noor Kusumawati mengangkat persoalan klasik yang membelit pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, yakni keterbatasan akses permodalan. Ia memaparkan bahwa UMKM menyumbang 64 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2024, namun banyak di antaranya tidak mampu bertahan lebih dari lima tahun akibat sulitnya mengakses modal usaha. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini disusun untuk merumuskan tahapan penyusunan sistem, membangun kerangka model, menguji kelayakan, sekaligus mengukur kinerja dan efektivitas sebuah sistem bernama Dutivest — platform digital yang menjembatani UMKM dengan investor crowdfunding.
Penelitian pengembangan ini menggunakan model Waterfall dalam membangun sistem, dengan landasan Teori Investasi Crowdfunding dan Teori Pecking Order. Kelayakan sistem Dutivest diuji oleh tujuh pakar, sepuluh perwakilan UMKM, dan sepuluh perwakilan investor, sebelum dilakukan uji evaluasi yang melibatkan 28 investor crowdfunding dan 20 pelaku UMKM di tiga wilayah Yogyakarta dan satu wilayah Jakarta menggunakan kerangka kerja PIECES (Performance, Information, Economics, Control and Security, Efficiency, Services).
Hasil penelitian menunjukkan sistem Dutivest dirancang sebagai aplikasi peer-to-peer (P2P) lending berbunga rendah yang menghubungkan UMKM dengan investor crowdfunding secara daring. Uji kelayakan dari para ahli, UMKM, maupun investor mencatatkan nilai PIECES rata-rata 87,33 persen, yang seluruhnya berada pada kategori layak. Evaluasi kinerja sistem juga menunjukkan peningkatan skor PIECES dari sisi UMKM, dari 4,37 menjadi 4,55, dan dari sisi investor, dari 4,38 menjadi 4,61 — keduanya masuk kategori sangat memuaskan. Sementara itu, tingkat efektivitas akses permodalan melalui sistem ini tercatat mencapai 143 persen, yang berarti sangat efektif dalam memudahkan penyaluran modal kepada UMKM.
Riset Dutivest ini sejalan dengan sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui upaya memperkuat kapasitas kelembagaan keuangan domestik untuk mendorong akses layanan perbankan, asuransi, dan keuangan bagi semua pihak termasuk UMKM, serta Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan akses UMKM terhadap layanan keuangan dan pasar. Model sistem ini juga berkontribusi pada Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dengan membuka peluang keberlangsungan usaha yang lebih besar bagi pelaku UMKM, sekaligus Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui skema kemitraan pembiayaan antara UMKM dan investor crowdfunding. (fdh)























