SDGs #17 Kemitraan

FEB UNY, UGM, dan OJK Bersinergi dalam Penguatan Tata Kelola Keuangan melalui Pelatihan Akuntansi Inklusif bagi Pengurus Organisasi Penyandang Disabilitas OHANA Indonesia

Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menyelenggarakan pelatihan “Penguatan Tata Kelola Keuangan melalui Pelatihan Akuntansi Inklusif bagi Pengurus Organisasi Penyandang Disabilitas OHANA Indonesia” di Kantor Unit Layanan Disabilitas Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan pengurus dalam mencatat transaksi, menyusun laporan keuangan, dan mempertanggungjawabkan sumber daya organisasi secara transparan.

Pelatihan berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (OJK DIY). Susana Diah Kusumaningrum memperkenalkan tugas dan fungsi OJK serta membekali peserta dengan pengelolaan keuangan yang sehat, transaksi digital yang aman, cara memeriksa legalitas lembaga jasa keuangan, perbedaan pinjaman daring legal dan ilegal, perlindungan data pribadi, dan kanal resmi pengaduan OJK.

Ketua Tim Pengabdi, Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP., menjelaskan perbedaan entitas berorientasi laba dan organisasi nonlaba. Ia menekankan bahwa laporan keuangan penting untuk menjaga keberlanjutan, membangun kepercayaan pemangku kepentingan, mendukung pengambilan keputusan, dan menunjukkan akuntabilitas. Peserta juga dikenalkan pada pelaporan keuangan berdasarkan ISAK 335, termasuk klasifikasi sumber daya dengan dan tanpa pembatasan dari pemberi sumber daya.

Dian Juliani, S.E., M.Sc. melanjutkan materi mengenai lima laporan utama organisasi nonlaba, yaitu laporan posisi keuangan, laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Laporan tersebut menggambarkan posisi keuangan, penerimaan dan penggunaan sumber daya, perubahan aset neto, serta informasi penting di balik angka yang disajikan.

Nurul Hidayah, S.Pd., M.Sc. memandu praktik pencatatan sederhana, mulai dari bukti transaksi, jurnal umum, dan buku besar hingga penyusunan laporan keuangan. Tim pengabdi turut menekankan pentingnya memisahkan uang organisasi dari uang pribadi, menggunakan rekening khusus, mencatat transaksi secara rutin, menyimpan dokumen pendukung, dan menggunakan dana sesuai pembatasan pemberi sumber daya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan memperoleh antusiasme yang baik. Melalui diskusi dan praktik, peserta dapat menghubungkan materi dengan pengalaman nyata dalam mengelola penerimaan, pengeluaran, dan pertanggungjawaban program OHANA Indonesia.

Pelatihan ini diharapkan meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri pengurus OHANA Indonesia dalam menyusun laporan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel. Kolaborasi perguruan tinggi, regulator, dan organisasi penyandang disabilitas tersebut sekaligus mencerminkan semangat FEB UNY Berdampak dan Diktisaintek Berdampak melalui penerapan pengetahuan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Tim Pelaksana

Dosen: Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP.; Dian Juliani, S.E., M.Sc.; Nurul Hidayah, S.Pd., M.Sc.; dan Annisa Ratna Sari, S.Pd., M.S.Ed., Ph.D.

Mahasiswa: Mawadatun Kafidah; Angelia Intan Revalina; Dewi Cahyani Putri; Saufi Afriyandi; dan Hani Suciati.

Penulis: Dian Juliani

 

Tim PKM FEB UNY Berikan Pendampingan Pengurusan Legalitas Usaha UMKM di Dusun Kenteng, Kalurahan Pacarejo, Semanu, Gunungkidul

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Optimalisasi Legalitas Usaha UMKM melalui Sosialisasi Sertifikasi Halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Dusun Kenteng, Kalurahan Pacarejo." Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (22/7) ini diikuti oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Kenteng, Kalurahan Pacarejo, Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan PKM ini diketuai oleh Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim, S.M., M.M. dengan anggota tim Dr. Lina Nur Hidayati, S.E., M.M., Dr. Muniya Alteza, S.E., M.Si., dan Nindya Nuriswati Laili, S.E., M.Sc. Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh empat mahasiswa FEB UNY yang turut berpartisipasi sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Tim PKM, Bintang Lazuardi Benteng Buana Muslim, S.M., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha melalui kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal. Menurutnya, legalitas usaha merupakan fondasi penting bagi UMKM untuk berkembang secara lebih profesional, meningkatkan daya saing, serta memperluas akses terhadap berbagai peluang usaha, pembiayaan, dan program pemerintah.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Lurah Pacarejo, Suhadi, S.A.P. Beliau mengapresiasi pelaksanaan kegiatan PKM FEB UNY yang telah memilih Kalurahan Pacarejo sebagai lokasi pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap kerja sama antara FEB UNY dan Pemerintah Kalurahan Pacarejo dapat terus berlanjut melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, tidak hanya dalam pengembangan UMKM, tetapi juga pada bidang-bidang lain yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan tim akademisi dari FEB UNY, tetapi juga mengundang Ilham Agus Prasetyo sebagai narasumber sekaligus praktisi yang berpengalaman dalam proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal. Dalam sesi pemaparannya, Ilham Agus Prasetyo menjelaskan pentingnya legalitas usaha bagi UMKM, persyaratan administrasi, tahapan pengajuan, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan oleh pelaku usaha agar proses pengurusan NIB dan sertifikasi halal dapat dilakukan dengan lebih mudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha sebagai salah satu faktor pendukung keberlanjutan bisnis. Tim PKM bersama narasumber juga menjelaskan manfaat kepemilikan NIB sebagai identitas resmi pelaku usaha serta pentingnya sertifikasi halal dalam meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan memiliki legalitas usaha yang memadai, pelaku UMKM diharapkan semakin mudah memperoleh akses terhadap pembiayaan, pendampingan, kemitraan usaha, hingga peluang untuk memperluas pasar.

Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh pendampingan awal terkait proses pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikasi Halal. Melalui sesi konsultasi dan diskusi, peserta dapat mengidentifikasi dokumen yang harus dipersiapkan, memahami alur pendaftaran, serta memperoleh solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam proses legalisasi usaha. Pendampingan ini diharapkan dapat mendorong para pelaku UMKM untuk segera mengurus legalitas usahanya sehingga mampu meningkatkan kredibilitas usaha sekaligus membuka akses terhadap berbagai program pemberdayaan dan pengembangan usaha.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Sesi diskusi dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan kendala yang dihadapi dalam proses pengurusan legalitas usaha. Ilham Agus Prasetyo memberikan penjelasan berdasarkan pengalaman praktik di lapangan sekaligus memberikan pendampingan mengenai prosedur pengajuan NIB dan sertifikasi halal, sehingga peserta memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai proses legalisasi usaha.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, FEB UNY berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Legalitas usaha diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat daya saing UMKM sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kalurahan Pacarejo.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan pengetahuan dan kapasitas pelaku UMKM, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan usaha mikro yang produktif dan berdaya saing, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan legalitas sebagai fondasi pengembangan usaha yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, praktisi, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal yang inklusif. (ndy)

 

Peningkatan Kapasitas UMKM Berkelanjutan melalui Literasi Keuangan dan Digital Marketing di Kalurahan Pacarejo Kecamatan Semanu Gunungkidul

Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kalurahan Pacarejo Semanu Gunungkidul yang bertajuk “Peningkatan Kapasitas UMKM Berkelanjutan melalui Literasi Keuangan dan Digital Marketing”. Kegiatan yang berlangsung pada 7 Juli 2026 di Balai Kalurahan Pacarejo diikuti sekitar 35 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai bidang usaha.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM melalui penguatan motivasi berwirausaha, peningkatan literasi keuangan, serta pemanfaatan digital marketing sebagai strategi pengembangan usaha. Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan UMKM di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah ke platform digital. Tim PkM FEB terdiri dari Dr. Penny Rahmawaty, M.Si., Dr. Arum Darmawati, MM, Dr. Lina Nur Hidayati, MM, Dr. Muniya Alteza, M.Si dan Nindya Nuriswati Laili, M.Sc

Kegiatan dibuka oleh Lurah Pacarejo, Suhadi, S.A.P., yang mengapresiasi terselenggaranya pelatihan bagi para pelaku UMKM di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha agar mampu menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis. Pelatihan diawali penyampaian materi membangun pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset), meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha, serta menumbuhkan semangat untuk terus berinovasi dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang disampaikan Dr. Penny Rahmawaty, M.Si

Materi digital marketing disampaikan oleh Dr. Arum Darmawati, S.E., M.M. bersama Nindya Nuriswati Laili, S.E., M.Sc. Dalam sesi ini peserta memperoleh wawasan mengenai strategi pemasaran digital melalui media sosial, penyusunan konten promosi yang menarik, penguatan identitas merek (branding), hingga pemanfaatan berbagai platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Peserta juga diajak memahami pentingnya membangun kedekatan dengan konsumen melalui komunikasi digital yang efektif.

Selanjutnya, Dr. Muniya Alteza, S.E., M.Si. dan Dr. Lina Nur Hidayati, S.E., M.M. menyampaikan materi literasi keuangan yang menekankan pentingnya pencatatan keuangan usaha secara sederhana, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pengelolaan arus kas, serta perencanaan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis. Materi ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM membangun usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha, mulai dari strategi pemasaran, pemanfaatan media sosial, hingga pengelolaan keuangan. Diskusi tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus mencari solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing usaha.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan strategi pemasaran digital secara lebih optimal, menyusun pencatatan keuangan yang lebih tertib, serta memiliki motivasi yang lebih kuat untuk mengembangkan usahanya. Dengan meningkatnya kapasitas pelaku UMKM, diharapkan produk-produk lokal Pacarejo semakin dikenal masyarakat luas dan mampu bersaing di pasar yang lebih kompetitif.

Sebagai tindak lanjut, tim Pengabdian kepada Masyarakat FEB UNY berkomitmen untuk terus menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kalurahan Pacarejo melalui berbagai program pendampingan dan penguatan kapasitas UMKM. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengimplementasikan materi yang telah diperoleh sehingga mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mewujudkan UMKM yang tangguh serta berkelanjutan. (ndy)

Tim Pengabdi FEB UNY Kembangkan Sistem Akuntansi Berbasis Web untuk Tingkatkan Pengelolaan Keuangan UMKM di Gunungkidul

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan bertajuk Peningkatan Kualitas Sistem Informasi Keuangan UMKM di Kapanewon Semanu Kabupaten Gunungkidul Sabtu (27/06/26) lalu. Kegiatan yang berlangsung di Balai Padukuhan Kenteng, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu ini diikuti oleh 35 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Dusun Kepuh dan Dusun Kenteng.

Kegiatan pengabdian diketuai oleh Prof. Sukirno, S.Pd., M.Si., Ph.D., C.P.M., S.M.A.C., Ch.M.A. bersama tim dosen Departemen Pendidikan Akuntansi FEB UNY, yaitu Arief Nurrahman, S.Pd., M.Pd., Nurul Hidayah, S.Pd., M.Sc., dan Fitria Ningrum Sayekti, S.E., M.Acc., serta melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi.

Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap masih ditemukannya berbagai kendala dalam pengelolaan keuangan UMKM, seperti pencatatan transaksi yang masih dilakukan secara manual, belum tersusunnya laporan keuangan sesuai standar, serta masih terbatasnya pemanfaatan teknologi dalam administrasi usaha.

Sebagai solusi, tim pengabdi mengembangkan sistem akuntansi berbasis web yang diberi nama Sistem Akuntansi Keuangan Terintegrasi untuk UMKM (SAKTIKU). Sistem ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM melakukan pencatatan transaksi, mengelola data keuangan, serta menyusun laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP). Sebelum diimplementasikan kepada peserta, sistem dikembangkan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengujian, dan penyempurnaan agar sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM.

Selain memperkenalkan sistem yang telah dikembangkan, tim pengabdi juga menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan penggunaan SAKTIKU. Peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses pengelolaan data usaha, pencatatan transaksi, hingga penyusunan laporan keuangan menggunakan sistem berbasis web tersebut. Pendampingan dilakukan secara intensif agar peserta mampu mengoperasikan sistem secara mandiri sesuai dengan karakteristik usahanya masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai diskusi berkembang mengenai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan keuangan usaha serta pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi administrasi dan kualitas informasi keuangan. Melalui praktik langsung, peserta memperoleh pengalaman menggunakan sistem akuntansi berbasis web yang dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan UMKM, penerapan SAK Entitas Privat, serta keterampilan dalam memanfaatkan sistem akuntansi berbasis web. Peserta juga memberikan respons yang baik terhadap pelaksanaan pelatihan dan menyatakan bahwa sistem yang dikembangkan dapat membantu proses pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan menjadi lebih mudah, terstruktur, dan efisien.

Melalui kegiatan ini, FEB UNY terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Pengembangan dan implementasi SAKTIKU diharapkan dapat mendukung transformasi digital UMKM, meningkatkan kualitas tata kelola keuangan usaha, serta memperkuat daya saing pelaku UMKM di Kabupaten Gunungkidul. (nhd)

FEB UNY Perkuat Kesiapan Karier Mahasiswa Indonesia di Taiwan melalui Program Pengabdian Internasional

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertaraf internasional. Bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan Cabang Chaoyang University of Technology (CYUT), tim pengabdian FEB UNY menyelenggarakan program bertajuk Empowering Career Development in Digital Era dengan tema Global Career Readiness for the Indonesian Student Association in Taiwan pada 15–16 Juni 2026 di Chaoyang University of Technology (CYUT), Taichung, Taiwan.

Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, termasuk di Taiwan. Di tengah semakin terbukanya peluang karier global, muncul pula tantangan berupa fenomena brain drain, yaitu kecenderungan lulusan berkompetensi tinggi untuk membangun karier di luar negeri. Kondisi tersebut mendorong pentingnya pemberian wawasan mengenai perkembangan dunia kerja di Indonesia agar mahasiswa memiliki informasi yang komprehensif dalam merencanakan karier sekaligus mempertimbangkan kontribusi bagi pembangunan nasional.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim pengabdian FEB UNY yang diketuai oleh Dr. Penny Rahmawaty, S.E., M.Si. Sebanyak 45 mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Taiwan Cabang CYUT mengikuti kegiatan secara aktif selama dua hari. Dalam sambutannya, Dr. Penny Rahmawaty selaku ketua tim pengabdian FEB UNY menyampaikan bahwa mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri merupakan aset bangsa yang memiliki kompetensi, pengalaman internasional, serta jejaring global yang sangat berharga.

"Kami berharap mahasiswa Indonesia di Taiwan tidak hanya siap bersaing di tingkat global, tetapi juga mampu melihat besarnya peluang untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. Pengalaman internasional yang dimiliki merupakan modal penting untuk membawa perubahan dan inovasi di tanah air," ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan workshop Landscape Karir Indonesia: Peluang untuk Talenta Global yang disampaikan oleh anggota tim pengabdian FEB UNY, yaitu Dr. Lina Nur Hidayati bersama Nindya Nuriswati Laili. Pada sesi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai perkembangan pasar kerja Indonesia, kebutuhan industri terhadap talenta global, serta berbagai sektor strategis yang menawarkan prospek karier bagi lulusan berpengalaman internasional.

Selanjutnya, narasumber yang memberikan materi Dr. Arum Darmawati bersama Dr. Endra Murti Sagoro menyampaikan materi Career Development Strategy. Melalui sesi ini, peserta dibekali strategi menyusun perencanaan karier, meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri, membangun personal branding, serta mempersiapkan diri menghadapi proses rekrutmen di era digital. Materi juga diperkaya dengan sesi hands-on resume building dan mock interview, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan penyusunan curriculum vitae yang profesional serta memperoleh umpan balik dari narasumber.

Narasumber pada sesi berikutnya, Adin Gustina memperkenalkan Digital Career Resources Library, yaitu kumpulan berbagai platform digital yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mencari informasi lowongan kerja, mengikuti pelatihan profesional, memperoleh sertifikasi, serta membangun jejaring karier secara global.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi yang aktif, sesi tanya jawab, simulasi wawancara, hingga konsultasi pengembangan karier secara individual. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, mayoritas peserta menyatakan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai peluang karier di Indonesia serta strategi yang perlu dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan studi.

Ketua PPI Taiwan Cabang CYUT Taichung, Sinfei Virsen Hamijaya, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan FEB UNY dan tim pengabdian FEB UNY. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa Indonesia di Taiwan mengenai perkembangan dunia kerja di tanah air sekaligus membantu mereka menyusun perencanaan karier yang lebih matang.

Melalui kegiatan ini, FEB UNY bersama tim pengabdian FEB UNY tidak hanya melaksanakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga memperkuat jejaring internasional dengan komunitas mahasiswa Indonesia di luar negeri. Kolaborasi bersama PPI Taiwan diharapkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program yang mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa Indonesia sebagai talenta global yang siap memberikan kontribusi bagi bangsa.

Program ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi mahasiswa Indonesia di luar negeri. (nndy)

Tim PKM FEB UNY Berikan Pelatihan Literasi Keuangan bagi Ibu Rumah Tangga Pelaku UMKM di Padukuhan Kenteng

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) melaksanakan kegiatan Pelatihan Literasi dan Pengelolaan Keuangan Keluarga bagi ibu rumah tangga yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Padukuhan Kenteng, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, pada 20 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Skema Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) FEB UNY dengan tema "Penguatan Tata Kelola Keuangan Keluarga melalui Literasi Keuangan Sederhana".

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan ibu rumah tangga dalam mengelola keuangan keluarga secara lebih terencana, disiplin, dan berkelanjutan. Selain berperan sebagai pengelola keuangan rumah tangga, sebagian besar peserta juga menjalankan berbagai usaha mikro, seperti usaha kuliner, perdagangan, dan kerajinan, sehingga pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi sangat penting untuk mendukung keberlangsungan usaha maupun kesejahteraan keluarga.

Kegiatan diikuti oleh puluhan anggota PKK dan ibu rumah tangga di Padukuhan Kenteng. Selama pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui diskusi interaktif dan sesi tanya jawab mengenai berbagai permasalahan yang mereka hadapi dalam mengelola keuangan keluarga dan usaha.

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. R. Andro Zylio Nugraha, M.Acc., yang mengulas konsep dasar literasi keuangan sederhana sebagai fondasi dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan pentingnya membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran rumah tangga, mengelola dana darurat, membangun kebiasaan menabung, serta melakukan pencatatan keuangan secara rutin. Penyampaian materi dikemas dengan bahasa yang sederhana disertai contoh-contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh peserta.

Salah satu materi yang mendapat perhatian besar dari peserta adalah pentingnya memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi. Narasumber menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang mencampurkan kedua jenis keuangan tersebut sehingga sulit mengetahui keuntungan usaha yang sebenarnya. Melalui pencatatan keuangan yang sederhana namun dilakukan secara konsisten, pelaku UMKM dapat memantau arus kas, menghitung laba usaha secara lebih akurat, serta mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.

Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh pendampingan dalam menyusun pencatatan keuangan menggunakan buku kas keluarga sederhana. Melalui praktik tersebut, peserta belajar mencatat pemasukan, pengeluaran, dan saldo keuangan secara sistematis sehingga dapat mengetahui kondisi keuangan keluarga setiap bulan. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan simulasi penyusunan anggaran rumah tangga dan pengendalian pengeluaran berdasarkan skala prioritas kebutuhan.

Ketua Tim PKM, Dr. Abdullah Taman, S.E., M.Si., Ak., menyampaikan bahwa literasi keuangan merupakan salah satu keterampilan hidup yang sangat penting dimiliki oleh setiap keluarga. Menurutnya, keluarga yang mampu mengelola keuangan secara baik akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi, memiliki kemampuan merencanakan kebutuhan masa depan, serta lebih tangguh dalam menghadapi kondisi darurat.

Melalui kegiatan ini, Tim PKM FEB UNY berharap peserta tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan baru dalam mengelola keuangan keluarga maupun usaha secara lebih tertib dan berkelanjutan. Penerapan pencatatan keuangan, penyusunan anggaran, serta pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan UMKM sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan solusi atas permasalahan nyata di masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, diharapkan literasi keuangan masyarakat terus meningkat sehingga mampu mendorong terciptanya keluarga yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. (nhd)

Delegasi FEB UNY Berpartisipasi dalam Sustainable International Community Service (SICS) 2026 di Desa Wisata Penglipuran Bali Dukung Pencapaian SDGs

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui partisipasi dalam Sustainable International Community Service (SICS) 2026 yang diselenggarakan pada 29 Juni-2 Juli 2026 di Bali. Pada kegiatan ini, Umar Yeni Suyanto, dosen FEB UNY, menjadi salah satu delegasi yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali. Program ini mengusung tema "Advancing Sustainable Communities Through Global Academic Collaboration" sebagai upaya memperkuat kolaborasi akademik internasional dalam mewujudkan masyarakat yang berkelanjutan. 

SICS 2026 mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan mitra internasional dari berbagai perguruan tinggi dalam kegiatan pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi. Di Desa Wisata Penglipuran, peserta melaksanakan International Community Service (ICS) melalui observasi lapangan, diskusi, dan pendampingan pada berbagai sektor, seperti pengembangan UMKM bambu, pengelolaan homestay dan pariwisata, pendidikan dasar, serta penguatan produk lokal Loh-Loh Cencem sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan praktik baik dalam pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. 

Sebagai delegasi FEB UNY, Umar Yeni Suyanto aktif mengikuti rangkaian kegiatan bersama masyarakat dan mitra internasional. "Kegiatan SICS 2026 merupakan wujud komitmen FEB UNY dalam berkontribusi aktif kepada masyarakat melalui kolaborasi internasional. Program ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik dengan berbagai perguruan tinggi dunia, tetapi juga selaras dengan visi Universitas Negeri Yogyakarta sebagai universitas yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kami berharap kontribusi perguruan tinggi mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," ujar Umar Yeni Suyanto.

Kegiatan ini mendukung implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pertukaran pengetahuan lintas negara, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan UMKM desa wisata, SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah desa, dan mitra internasional. Sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung SDGs, partisipasi FEB UNY pada SICS 2026 diharapkan dapat memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan kontribusi tridarma perguruan tinggi bagi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. (umr)

Tags: SDG 4 - Pendidikan Berkualitas; SDG 8 - Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; SDG 11 - Kota dan Komunitas Berkelanjutan; SDG 17 - Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Mahasiswa UNY Dampingi Pengembangan Karakter, Literasi, dan Teknologi di Panti Asuhan Al-Muthi'in

Program PLK UNY Mengabdi Hadirkan Pendampingan Holistik untuk Meningkatkan Kesehatan Mental, Keterampilan, dan Minat Belajar Remaja Panti Asuhan Al Muthi’in

Bantul, 24 Mei 2026 | UNY Mengabdi | Tim PLK Al-Muthi'in



Tim Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Mengabdi Universitas Negeri Yogyakarta berhasil melaksanakan program pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Al-Muthi'in, Banguntapan, Bantul. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, mulai 15 Februari hingga 24 Mei 2026, mengusung tema “Pemberdayaan Remaja Panti melalui Pendampingan Holistik dalam Penguatan Kesehatan Mental, Karakter, Literasi, Keterampilan, Teknologi, dan Minat Belajar di Panti Asuhan Al-Muthi'in.”

Tim PLK UNY Mengabdi Panti Asuhan Al-Muthi'in terdiri atas Shafa Nisrina (Program Studi Manajemen), Ayu Retno Pratiwi (Program Studi Manajemen), Rasendria Emilia Arsanti (Program Studi Manajemen), Salwa Anasti Rahayu (Program Studi Manajemen), Ali Fianur Dian Riaqi (Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika), Iqbaladi Syah Putra (Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika), Surya Tamba (Program Studi Kimia), Mutma' Innatul Hasanah (Program Studi Kimia), Arlinda Wulan Anggraini (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar), dan Elisabeth Selvia Dewi Nugraheni (Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar). Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Yeni Rakhmawati, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

Program ini disusun berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan adanya kebutuhan pendampingan pada aspek kesehatan mental, pengelolaan emosi, motivasi belajar, pengembangan keterampilan, literasi, serta pemanfaatan teknologi bagi anak-anak panti asuhan. Melalui pendekatan holistik, mahasiswa menghadirkan berbagai kegiatan yang dirancang untuk mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan keterampilan hidup anak-anak.

Sebagai program utama, tim melaksanakan kegiatan “Ruang Tanpa Topeng: Menjadi Diri Sendiri dengan Mengenal, Menerima, dan Menguatkan Diri” yang bekerja sama dengan mahasiswa Laboratorium Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta. Program ini bertujuan membantu anak-anak mengenali diri, memahami kondisi emosional, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola emosi dan membangun hubungan sosial yang lebih positif. Kegiatan dilaksanakan melalui skrining sederhana, penyampaian materi kesehatan mental, refleksi diri, dan berbagai permainan interaktif yang dipandu oleh mahasiswa psikologi.

Selain itu, tim juga melaksanakan program hidroponik sebagai sarana pembelajaran keterampilan bercocok tanam modern sekaligus pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan panti. Anak-anak diajak secara langsung merakit instalasi hidroponik, melakukan penyemaian benih, hingga memahami proses perawatan tanaman. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan praktis sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sederhana.

Untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan kerja sama, tim menyelenggarakan kegiatan outbound bertajuk “Ruang Rangkul”. Melalui berbagai permainan edukatif dan tantangan kelompok, anak-anak dilatih untuk bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana yang menyenangkan dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.

Pada bidang literasi dan pendidikan, mahasiswa menghadirkan sejumlah program seperti Pojok Baca, Poster Kimia, dan Dinding Inspiratif (Mading). Program-program tersebut bertujuan menumbuhkan budaya membaca, memperluas wawasan, serta menyediakan ruang bagi anak-anak untuk menampilkan hasil karya mereka. Kehadiran pojok baca yang lebih menarik dan edukatif diharapkan dapat menjadi sarana belajar yang berkelanjutan bagi anak-anak panti.

Di bidang pengembangan diri dan kewirausahaan, tim melaksanakan program Self Development, Menabung Sejak Dini, Cipta Wiramuda, Creativity to Profit, dan Pencatatan Keuangan. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak memperoleh pengalaman belajar mengenai pengelolaan keuangan sederhana, budaya menabung, pemasaran produk, public speaking, hingga pengembangan kreativitas yang memiliki nilai ekonomi. Berbagai hasil karya seperti tote bag, gantungan kunci, gelang, dan phone strap berhasil dibuat dan dipasarkan sebagai bentuk praktik kewirausahaan sederhana.

Pada bidang sains dan lingkungan, mahasiswa melaksanakan program Ecoenzym yang mengenalkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan melalui proses fermentasi. Anak-anak diajak memahami konsep dasar kimia lingkungan sekaligus mempraktikkan pembuatan ecoenzym yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami maupun pupuk organik cair.

Sementara itu, pada bidang seni dan kreativitas, dilaksanakan program Shibori yang memperkenalkan teknik pewarnaan kain asal Jepang. Anak-anak membuat berbagai motif unik pada taplak meja melalui teknik lipat, ikat, dan gulung sehingga menghasilkan karya kreatif yang bernilai estetis sekaligus berpotensi menjadi produk usaha.

Pada bidang teknologi, mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teknik Mekatronika menghadirkan program Mechabot dan MechaCare. Program Mechabot memperkenalkan dasar-dasar robotika, logika pemrograman, penggunaan sensor, serta pengendalian robot berbasis mikrokontroler. Anak-anak belajar langsung bagaimana sebuah robot dapat diprogram untuk bergerak dan merespons kondisi lingkungan.

Sementara itu, melalui program MechaCare (Mechatronics Care), peserta diperkenalkan dengan teknologi Internet of Things (IoT) yang menjadi salah satu teknologi penting pada era Revolusi Industri 4.0. Anak-anak mempelajari konsep dasar IoT, mengenal komponen seperti ESP32 dan sensor DHT11, serta menyaksikan demonstrasi sistem monitoring suhu berbasis internet menggunakan platform ThingSpeak. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana data dapat dikirim, dipantau, dan ditampilkan secara real-time melalui jaringan internet.

Sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan bagi mitra, tim juga mengembangkan website resmi Panti Asuhan Al-Muthi'in yang dapat diakses melalui alamat almuthiin.website. Website tersebut dirancang sebagai media informasi dan publikasi digital yang memuat profil lembaga, sejarah berdirinya panti, visi dan misi, layanan pengasuhan, data anak asuh, kegiatan sehari-hari, serta informasi donasi bagi masyarakat. Kehadiran website ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, memperluas jangkauan informasi, serta memperkuat hubungan antara panti asuhan dengan masyarakat dan para donatur.

Selain program-program yang telah direncanakan, mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan insidental seperti pendampingan TKA, buka bersama Ramadan, perbaikan lantai aula, serta kegiatan syawalan bersama keluarga besar Panti Asuhan Al-Muthi'in. Keterlibatan ini menjadi bentuk dukungan nyata mahasiswa terhadap berbagai aktivitas sosial yang berlangsung di lingkungan panti.

Pimpinan Panti Asuhan Al-Muthi'in, Muhammad Dahlan, menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang telah dilaksanakan selama kegiatan PLK berlangsung. Menurutnya, program-program yang diberikan tidak hanya menambah wawasan dan keterampilan anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan serta bermanfaat bagi pengembangan karakter mereka.

Melalui program PLK UNY Mengabdi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, tetapi juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Program ini menjadi bukti komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendorong mahasiswa untuk berkontribusi aktif melalui kegiatan pengabdian yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.



Narahubung: Tim PLK UNY Mengabdi Panti Asuhan Al-Muthi'in 2026

Lokasi: Panti Asuhan Al-Muthi'in, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Menyemai Green Mindset Sejak Dini, Mahasiswa UNY Edukasi Daur Ulang dan Pemilahan Sampah di SD N Jetisharjo

Sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Lima mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan proyek sosial berupa sosialisasi daur ulang sampah di SD Negeri Jetisharjo Padukuhan Jetis, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman. Kegiatan ini digagas oleh kelompok mahasiswa yang diketuai Wulan Anggraeni bersama empat anggota lainnya, yakni Umi Nuriyah, Adinda Rahmawati, Ni'matus Sa'adah, dan juga Endah Novitasari dengan bimbingan serta arahan dari dosen pengampu yakni Dr. Arwan Nur Ramadhan, M. Pd.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan dengan memberikan edukasi kepada siswa sekolah dasar di SD Negeri Jetisharjo mengenai pentingnya pengelolaan sampah, pemilahan sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan kembali sampah yang masih dapat didaur ulang. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan di masyarakat sejak kecil.

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Sosialisasi dilakukan secara interaktif melalui pemaparan materi, dan diskusi sederhana terkait pengelolaan sampah kepada anak-anak kelas tiga.

Pihak sekolah selaku mitra kegiatan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Selaku kepala sekolah Ibu Eny menyampaikan kesan positif terhadap program yang dilaksanakan mahasiswa UNY.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UNY yang telah memberikan edukasi kepada siswa kami. Materi yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong pemahaman, dan adanya perubahan perilaku yang positif dalam menjaga lingkungan. Program ini sangat mendukung upaya sekolah dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada peserta didik," ungkapnya.

Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung pengabdian kepada masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan wilayah padukuhan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui keterlibatan mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat, UNY berharap program serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran lingkungan berbasis komunitas.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun masyarakat Padukuhan Jetis. Dengan adanya sosialisasi yang diberikan, diharapkan masyarakat sejak kecil dapat menerapkan pengelolaan sampah yang lebih baik secara berkelanjutan.

Dokumentasi kegiatan:

Video kegiatan: https://youtu.be/diQNBl3DCRg?feature=shared

Penulis:

Arinda, Umi, Ima, Wulan, Endah

Penguatan Financial Literacy dan Basic Marketing Skills secara Inklusif melalui Program AQUILIA dalam PLK UNY Mengabdi 2026

Program kerja mahasiswa tidak selalu harus tampil megah dengan konsep yang rumit dan penuh istilah teknis. Kadang justru hal sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari bisa menjadi pengalaman belajar yang paling membekas, apalagi ketika prosesnya dilakukan bersama anak-anak yang memandang dunia dengan cara yang berbeda namun tulus. Melalui program kerja AQUILIA (Accounting QUality and Inclusive Literacy for Individual Accountability), Amar Taqwim atau yang akrab disapa Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 mencoba menghadirkan pembelajaran literasi keuangan dan marketing yang inklusif bagi anak asuh Yayasan Sayap Ibu Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta Panti 3 yang berlokasi di Dusun Ganjuran, Widodomartani, Ngemplak, Sleman, DIY.

Program kerja ini dilaksanakan sejak Januari hingga Mei 2026, dimulai dari tahap perencanaan dan observasi pada 1 Januari 2026, penerjunan pada 21 Februari 2026, hingga penarikan pada 15 Mei 2026. Sasaran utama kegiatan ini adalah anak asuh panti yang mayoritas merupakan penyandang disabilitas intelektual. Karena itu, pendekatan pembelajaran yang digunakan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada bagaimana materi tersebut dapat dipahami secara sederhana, menyenangkan, dan dekat dengan aktivitas keseharian mereka.

Sebagai mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Amar melihat bahwa pembelajaran mengenai keuangan sering kali dianggap terlalu kompleks bahkan untuk anak-anak pada umumnya, sehingga anak berkebutuhan khusus pun kerap tidak mendapat akses pembelajaran yang sesuai. Dari pemikiran tersebut, AQUILIA dirancang sebagai ruang belajar yang lebih adaptif dengan menggabungkan simulasi, media visual, praktik langsung, dan interaksi sederhana agar anak-anak dapat memahami konsep keuangan tanpa merasa tertekan oleh pembelajaran yang terlalu teoritis.

AQUILIA sendiri terdiri atas dua kelas utama, yaitu kelas literasi keuangan dan kelas marketing. Pada kelas literasi keuangan, pembelajaran dibagi menjadi lima tahapan, mulai dari Money Buddy yang mengenalkan konsep dasar uang, Happy Shopping yang mengajarkan cara membelanjakan uang, Smart Wallet mengenai menyimpan dan mengelola uang, Wise Borrowing terkait meminjam dan mengembalikan pinjaman, hingga Finance Ettiquete yang membahas etika keuangan sederhana seperti perilaku mencuri, menipu, dan korupsi. Sementara itu, pada kelas marketing, anak-anak mengikuti kegiatan Show and Sell dengan belajar menyusun kalimat promosi sederhana sekaligus mempraktikkan cara menawarkan produk secara langsung.

Mengajarkan konsep keuangan kepada anak-anak berkebutuhan khusus ternyata bukan sekadar soal mengenalkan nominal uang atau aktivitas jual beli saja. Di sisi lain, proses belajar itu juga menjadi ruang untuk melatih keberanian, komunikasi, sampai bagaimana mereka mengambil keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dan justru di titik itulah kegiatan ini terasa hidup. Anak-anak terlihat sangat antusias ketika diperlihatkan media pembelajaran seperti uang mainan, kartu belanja, maupun simulasi transaksi sederhana. Ada yang langsung aktif membeli berbagai barang saat praktik berlangsung, ada juga yang masih malu-malu dan akhirnya ditarik oleh teman lainnya untuk ikut mencoba.

Momen-momen kecil selama pembelajaran pun menjadi pengalaman yang cukup membekas bagi Amar dan tim PLK. Beberapa anak sempat kebingungan ketika dihadapkan pada dua jumlah uang yang nilainya sama tetapi tersusun dari nominal berbeda. Namun kemudian, perlahan mereka mulai memahami konsep tersebut melalui pendampingan dan simulasi berulang. Bahkan pada sesi Finance Ettiquete, beberapa anak mampu memberikan respons spontan mengenai perilaku bijaksana dalam menggunakan uang. Ada yang tiba-tiba berkata bahwa temannya tidak boleh korupsi, ada pula yang mengeluh uangnya habis tetapi masih ingin membeli barang lain. Hal-hal sederhana seperti itu justru membuat suasana belajar terasa hangat sekaligus menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami konteks pembelajaran yang diberikan.

Melalui program kerja AQUILIA, Amar bersama tim PLK UNY Mengabdi Adhinara 2026 berharap bahwa literasi keuangan dan marketing tidak hanya menjadi pengetahuan eksklusif bagi kalangan tertentu saja. Sebaliknya, pembelajaran mengenai uang, pengelolaan keuangan, dan etika finansial juga perlu dikenalkan secara inklusif kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan metode yang lebih adaptif dan manusiawi. Karena pada akhirnya, pendidikan yang bermakna bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang disampaikan, tetapi tentang bagaimana setiap individu merasa dilibatkan, dihargai, dan diberi ruang untuk berkembang sesuai kemampuannya masing-masing. (amar)

Pages