SDGs #17 Kemitraan

Dari Pepaya Afkir Jadi Abon dan Mustofa, FEB UNY bekerjasama dengan BUMDes Amarta Dorong Inovasi Pangan dan Pakan Berkelanjutan

Pepaya yang tidak matang sempurna dan selama ini hanya dianggap sebagai hasil pertanian yang tidak layak jual ternyata dapat disulap menjadi produk pangan bernilai ekonomi. Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Mbangun Desa yang dilaksanakan di Joglo Kesekretariatan Desa Prima Karangtanjung, Kalurahan Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, Rabu (2/9/2026). Kegiatan bertajuk “Diversifikasi Produk Turunan dan Optimalisasi Rantai Nilai (Value Chain) pada BUMDes Amarta: Inovasi Pangan dan Pakan Berkelanjutan di Kalurahan Pandowoharjo” ini melibatkan sekitar 30 ibu-ibu perwakilan Desa Wisata, Desa Prima, Desa Mandiri Budaya, Kelompok Wanita Tani (KWT) Karang Tanjung, serta BUMDes Amarta sebagai mitra kegiatan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Lurah Pandowoharjo, Catur Sarjumiharta, yang turut memberikan dukungan terhadap upaya pengembangan potensi ekonomi lokal melalui inovasi produk berbasis sumber daya desa. Permasalahan yang diangkat dalam kegiatan ini berangkat dari kondisi nyata yang dihadapi BUMDes Amarta dan masyarakat Pandowoharjo. Pada kebun pertanian di wilayah tersebut, sebagian tanaman pepaya menghasilkan buah yang tidak matang sempurna sehingga tidak memenuhi standar untuk dipasarkan sebagai buah segar. Pepaya semacam ini oleh masyarakat biasa disebut sebagai pepaya afkir.

Jika hanya dijual sebagai buah dengan harga rendah atau bahkan tidak dimanfaatkan, pepaya afkir tentu memiliki nilai ekonomi yang sangat terbatas. Melalui kegiatan PkM ini, tim mendorong masyarakat untuk melihat pepaya afkir dari perspektif berbeda: bukan sebagai limbah atau produk gagal, tetapi sebagai bahan baku produk baru yang memiliki nilai tambah. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak melakukan praktik langsung mengolah pepaya afkir menjadi dua produk pangan, yaitu abon papaya, pepaya Mustofa, dan selai pepaya. Ketiga produk tersebut dikembangkan sebagai alternatif produk olahan yang dapat dipasarkan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Ketua Tim PkM Mbangun Desa, Dr. Lilia Pasca Riani, M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar berorientasi pada pelatihan pengolahan makanan, tetapi juga diarahkan untuk membangun rantai nilai ekonomi yang lebih optimal di tingkat desa. “Potensi ekonomi desa sebenarnya banyak sekali. Tantangannya adalah bagaimana bahan yang selama ini memiliki nilai ekonomi rendah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Pepaya afkir menjadi salah satu contoh nyata,” ujar Lilia.

Menurutnya, pengembangan produk turunan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemampuan masyarakat membuat produk, tetapi dapat dilanjutkan menjadi aktivitas ekonomi yang terintegrasi dengan BUMDes Amarta. Dengan demikian, proses produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan usaha dapat menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi desa.

Tidak Hanya Pangan, Pepaya dan Sampah Organik Diolah Menjadi Pakan

Selain inovasi pangan, kegiatan PkM juga memperkenalkan inovasi pengolahan bahan organik menjadi produk pakan dan kompos sebagai bagian dari upaya membangun sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan. Inovasi tersebut sekaligus merespons persoalan lain yang dihadapi Kalurahan Pandowoharjo, yaitu adanya sampah kiriman dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pandowoharjo.

Sampah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi beban lingkungan tersebut diarahkan untuk dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan dan fermentasi. Hasil pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos maupun pakan ternak, antara lain untuk maggot, ikan lele, dan kambing.

Pendekatan tersebut memperkenalkan konsep bahwa bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah masih memiliki nilai apabila dikelola dengan teknologi dan proses yang tepat. “Yang ingin kami bangun bukan hanya produk, tetapi cara berpikir masyarakat bahwa sesuatu yang dianggap tidak bernilai masih bisa menjadi sumber ekonomi. Pepaya afkir dapat menjadi pangan, sementara sampah organik dapat kembali masuk ke dalam siklus produksi sebagai kompos maupun pakan,” jelas Lilia.

Praktik Langsung Bersama Praktisi

Agar inovasi dapat dipahami dan diterapkan secara langsung, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik bersama. Tim PkM menggandeng Tri Suhartati, praktisi UMKM kuliner, dan Fitria dari SMK Budi Mulia 2 untuk berbagi pengalaman dan keterampilan teknis kepada peserta. Para peserta mengikuti tahapan pengolahan secara langsung, mulai dari persiapan bahan, proses produksi, hingga menghasilkan produk olahan yang siap dikembangkan sebagai produk usaha.

Antusiasme peserta terlihat selama proses praktik. Para peserta tidak hanya mengikuti tahapan pembuatan, tetapi juga berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan rasa, kemasan, harga jual, serta peluang pemasaran produk. Kegiatan tersebut menjadi penting karena pengembangan ekonomi berbasis desa membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama. Perempuan desa, khususnya kelompok-kelompok yang telah aktif dalam kegiatan ekonomi dan pemberdayaan, memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak usaha pengolahan produk lokal.

Membangun Ekonomi Desa Berbasis Nilai Tambah

Kegiatan PkM Mbangun Desa ini menjadi bagian dari upaya mendorong BUMDes Amarta agar tidak hanya berperan sebagai pengelola potensi ekonomi desa, tetapi juga menjadi penghubung berbagai sumber daya lokal dalam satu rantai nilai. Pepaya afkir yang berasal dari sektor pertanian dapat masuk ke sektor pengolahan pangan. Sementara sampah organik dari aktivitas masyarakat dan program MBG dapat diarahkan kembali menjadi input untuk sektor peternakan dan pertanian.

Dengan pendekatan tersebut, terbentuk pola “dari desa, oleh masyarakat desa, dan kembali memberikan nilai bagi desa.”

Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk unggulan BUMDes Amarta dengan dukungan pada aspek standardisasi produk, pengemasan, perizinan, pemasaran, dan penguatan model bisnis. Pengembangan tersebut penting agar inovasi yang lahir dari kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat berlanjut menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Bagi Kalurahan Pandowoharjo, kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi ekonomi tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang mahal. Dengan kreativitas, pendampingan, dan pengelolaan rantai nilai yang tepat, buah yang tidak layak jual dan sampah organik pun dapat diubah menjadi sumber nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, BUMDes, kelompok masyarakat, praktisi, dan lembaga pendidikan, Pandowoharjo terus membuka peluang untuk membangun ekonomi lokal yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan. (lpr)

Torehkan Prestasi Nasional, Guru Besar FEB UNY Raih penghargaan OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Kantor OJK Daerah Terbaik 2026 

Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS berhasil memenangkan penghargaan OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Kantor OJK Daerah Terbaik yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat. Penghargaan ini diberikan atas keaktifan dan kepedulian Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS dalam menggerakkan eduukasi literasi keuangan untuk masyarakat dari berbagai kalangan baik pelajar, ibu rumah tangga dan masyarakat umum lainnya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam puncak acara Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi pada Jumat, 28 Agustus 2026. Acara nasional bertema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” ini dihadiri lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa. Turut hadir pula sejumlah pejabat penting, seperti Ketua Dewan Komisioner OJK Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, S.E., M.P.M., Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, S.E., M.E., Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu Dr. Herman Saheruddin, S.E., M.Sc., Anggota Dewan Komisioner LPS Ferdinand D. Purba, S.E., M.A., serta jajaran pimpinan daerah dan pelaku industri jasa keuangan lainnya.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS. dalam membimbing masyarakat agar lebih bijak mengelola keuangan. Prestasi tersebut sekaligus membuktikan kepedulian nyata akademisi UNY terhadap peningkatan literasi finansial di Indonesia. Pencapaian ini diharapkan mampu menginspirasi banyak pihak untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa Praktik Kependidikan UNY Berkontribusi dalam Pelaksanaan PKM bagi Guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut serta membantu tim dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bagi guru Akuntansi yang tergabung dalam MGMP Kota dan Kabupaten Magelang. Kegiatan berjudul "Pendampingan Penguatan Pemahaman Teori dan Praktik Penyusunan Laporan Arus Kas Berbasis Digital bagi Guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang" ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Akuntansi SMK Negeri 2 Magelang pada Jumat (31/08/26) lalu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui penguatan pemahaman teori dan praktik berbasis digital sekaligus berkontribusi terhadap lima poin Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDGs 1, SDGs 4, SDGs 8, SDGs 9, dan SDGs 17.

Pendampingan ini bertujuan memperkuat pemahaman guru mengenai teori sekaligus praktik menyusun laporan arus kas agar lebih relevan dengan pembelajaran dan dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi, penyampaian materi, dan pendampingan praktik. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman laporan arus kas, perbedaan laba berbasis akrual dengan kas yang diterima atau dikeluarkan, pengelompokan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, serta metode langsung dan tidak langsung. Peserta kemudian mempraktikkan penyusunan laporan arus kas menggunakan spreadsheet mulai dari input transaksi, klasifikasi arus kas, perhitungan, hingga penyusunan laporan akhir. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) SMK Negeri 2 Magelang, salah satunya Yulia Nuraeni Suci (NIM 23080430034) Program Studi Pendidikan Akuntansi-S1 UNY, yang bertugas sebagai master of ceremony (MC) sekaligus membantu berbagai persiapan teknis seperti penataan ruangan, pencatatan kehadiran, distribusi konsumsi, dan pendampingan guru selama praktik berlangsung. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan tim dosen UNY berjumlah 5 dosen bersama sekitar 20 guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang.

Pendampingan ini memberikan dampak positif dan manfaat berupa peningkatan pemahaman konseptual dan praktik guru dalam menyusun laporan arus kas. Penggunaan spreadsheet sebagai media digital membantu guru memahami alur penyusunan laporan sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik. Kontribusi kegiatan ini terhadap SDGs terlihat dari beberapa aspek yaitu mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi guru untuk pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena pembelajaran yang mendekati praktik dunia kerja membantu mempersiapkan siswa SMK dengan keterampilan relevan, SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi digital dalam pembelajaran, serta SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) karena peningkatan kualitas pendidikan turut mendukung kesiapan kerja yang meningkatkan ekonomi siswa. Kolaborasi antara UNY dan MGMP dalam kegiatan ini juga mencerminkan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Hasil pendampingan ini diharapkan bermanfaat oleh guru Akuntansi dalam pembelajaran di sekolah. Template laporan arus kas berbasis spreadsheet dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran praktik. Melalui forum MGMP, guru juga diharapkan dapat saling berbagi pengalaman serta terus mengembangkan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Akuntansi sehingga kegiatan ini berdampak bagi peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja. (yns)

Perkuat Global Mindset dan Transformasi Digital, Mahasiswa MM UNY Ikuti 2026 "Zhi & Xing Guizhou" Silk Road Youth Exchange Program di Tiongkok

Dalam rangka memperluas wawasan internasional serta memahami implementasi teknologi modern dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), mahasiswa Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) angkatan 2025, Regita Lestariyan Lainy, berpartisipasi dalam ajang 2026 "Zhi & Xing Guizhou" Silk Road Youth Exchange Program di Republik Rakyat Tiongkok.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung integrasi Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Internet of Things (IoT) dalam fungsi Learning and Development (L&D), otomatisasi industri, serta pengembangan strategi kepemimpinan lintas budaya (cross-cultural leadership) di era global.

Rangkaian kegiatan ini berlangsung selama 9 hari, mulai tanggal 24 Juli hingga 1 Agustus 2026, dan berlokasi di beberapa kota strategis di Tiongkok, antara lain Beijing, Guiyang, Anshun, Duyun, Danzhai, dan Sandu.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda akademik, kunjungan industri, hingga eksplorasi budaya. Kegiatan diawali dengan kunjungan sejarah ke Great Wall serta Courtesy Call ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing untuk mempererat hubungan diplomatik dan jejaring pendidikan.

Selanjutnya, peserta melakukan kunjungan industri ke perusahaan AI Chinese untuk mengamati demonstrasi platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan seperti Knowly sebagai sarana upskilling dan reskilling SDM modern. Di Provinsi Guizhou, delegasi mengikuti Welcome Ceremony dan kelas bahasa serta kaligrafi Mandarin di Guizhou Vocational College of Economics and Business.

Studi lapangan juga dilakukan di Anshun Tourism Group di Huangguoshu Waterfall untuk mengamati penerapan Smart Tourism, dilanjutkan dengan kunjungan ke Balinghe Bridge Museum, serta eksplorasi pengelolaan data makro di National Big Data Exhibition Center di Guiyang.

Selain agenda berbasis teknologi, peserta juga mendapatkan pengalaman pertukaran budaya melalui Workshop Miao Batik Intangible Cultural Heritage di Duyun dan studi kebudayaan etnis Shui di Sandu. Rangkaian program diakhiri dengan observasi penerapan IoT pada perkebunan teh modern di Duyun Maojian Tea Digital Demonstration Park serta penutupan resmi pada acara Graduation Ceremony.

Melalui keikutsertaan dalam program ini, mahasiswa MM FEB UNY berhasil memperoleh pemahaman mendalam mengenai data-driven HRD, membangun jejaring kolaborasi internasional, serta meningkatkan keterampilan komunikasi interkultural. Hasil dan pengalaman ini diharapkan dapat menjadi best practices yang diadopsi dalam pengembangan kompetensi manajerial, riset akademis, maupun pengelolaan organisasi di Indonesia. (rgt)

Scout Fest #1: Semarakkan Hari Pramuka melalui Kreativitas, Kompetisi, dan Kolaborasi Siswa

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka, Dewan Ambalan Kajakara (Kamajaya Kamaratih) SMK Negeri 7 Yogyakarta menyelenggarakan Scout Fest #1 pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Pramuka yang diikuti oleh warga sekolah, kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan dan kegiatan hiburan. Dalam pelaksanaannya, Meilisa Kurniasih, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) turut berpartisipasi sebagai panitia yang bertugas di masing-masing perlombaan. Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman dalam membantu pengelolaan kegiatan sekolah sekaligus mendukung pelaksanaan kegiatan yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Rangkaian Scout Fest #1 dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, yaitu lomba pidato, poster, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Cerdas Cermat Pramuka (CCP), singing, dan remake video. Mahasiswa PK dibagi ke dalam beberapa bagian kepanitiaan dan bertugas mendampingi pelaksanaan lomba sesuai dengan pembagian tugas masing-masing. Selain membantu teknis perlombaan, mahasiswa juga turut memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai dengan rangkaian acara yang telah disusun. Beberapa perlombaan mendapatkan dukungan dari Eduplay Telkomsel, khususnya lomba singing, MLBB, dan remake video. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai benefit bagi para pemenang, yaitu Spotify Premium selama satu bulan bagi pemenang lomba singing, diamond ML bagi pemenang lomba MLBB, serta aplikasi Vidio bagi pemenang lomba remake video. Selain itu, terdapat pembagian kartu perdana by.U bagi siswa yang telah memiliki KTP. Di sela-sela perlombaan, kegiatan semakin meriah dengan adanya Scout Fest Talent (SFT) yang menampilkan pertunjukan bakat siswa, pembagian doorprize, dan fun game.

Pelaksanaan Scout Fest #1 memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan. Berbagai perlombaan memberikan ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kreativitas, pengetahuan, keberanian tampil, serta sportivitas. Sementara itu, keterlibatan mahasiswa PK sebagai panitia memberikan pengalaman nyata dalam hal koordinasi, komunikasi, kerja sama tim, tanggung jawab, dan pengelolaan kegiatan sekolah. Kolaborasi antara sekolah, mahasiswa PK, siswa, dan pihak eksternal seperti Eduplay Telkomsel juga mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam mendukung kegiatan pendidikan.

Melalui Scout Fest #1, peringatan Hari Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa dan mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, berkreasi, dan mengembangkan keterampilan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai kegiatan yang memberikan pengalaman belajar bermakna serta menciptakan lingkungan sekolah yang aktif, kreatif, dan kolaboratif. (mku)

FEB UNY dan Faculty of Accountancy UiTM Malaysia Perkuat Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Kolaborasi Literasi Keuangan Digital Berkelanjutan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi bersama Faculty of Accountancy, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak, Kampus Tapah, Malaysia pada 17 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di kampus UiTM Tapah tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat antara kedua institusi. Kerja sama ini sekaligus mendukung pengembangan program internasional yang berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan sosial melalui pendekatan multidisiplin.

Delegasi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta dipimpin oleh Dr. Ani Widayati, S.Pd., M.Pd., Ed.D bersama Dr. Dian Normalitasari Purnama, S.Pd., M.Pd., Dr. Agatha Saputri, M.Pd., dan Arief Nurrahman, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, pihak Faculty of Accountancy UiTM diwakili oleh Dr. Enny Nurdin Sutan Maruhun, yang saat ini menjabat sebagai Head of Centre of Studies, Faculty of Accountancy, UiTM Perak Branch, Kampus Tapah. Sebelumnya beliau juga pernah menjabat sebagai Coordinator Program Diploma in Accountancy dan merupakan dosen senior dengan bidang keahlian Enterprise Risk Management, Financial Accounting, Financial Reporting, serta Corporate Governance.  

Kolaborasi ini mengusung tema "Strengthening the Financial Resilience of Indonesian Migrant Workers", yang dilaksanakan melalui sinergi antara Universitas Negeri Yogyakarta, DESAMIND, dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) dalam pengembangan Sustainable Digital Financial Literacy. Program tersebut bertujuan meningkatkan ketahanan finansial pekerja migran Indonesia melalui penguatan literasi keuangan digital yang berkelanjutan sehingga mampu mendukung pengelolaan keuangan yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja migran.

Melalui kerja sama ini, kedua perguruan tinggi berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program bersama yang mencakup pertukaran akademik, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah internasional, pengembangan kurikulum, serta penyelenggaraan seminar dan kegiatan ilmiah lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi sekaligus menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Penandatanganan dokumen kerja sama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen kedua institusi untuk terus mempererat hubungan kemitraan internasional.

Kerja sama antara FEB UNY dan Faculty of Accountancy UiTM Malaysia ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi global yang berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat. (ans)

Kegiatan Tindak Lanjut FEB UNY - Penguatan Tata Kelola Keuangan melalui Pelatihan Akuntansi Inklusif bagi Pengurus Organisasi Penyandang Disabilitas OHANA Indonesia

Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) kembali mendampingi pengurus organisasi penyandang disabilitas OHANA Indonesia melalui kegiatan “Penguatan Tata Kelola Keuangan melalui Pelatihan Akuntansi Inklusif bagi Pengurus Organisasi Penyandang Disabilitas OHANA Indonesia” di Kantor Unit Layanan Disabilitas Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut pelatihan sebelumnya. Pendampingan difokuskan pada penerapan pencatatan keuangan yang transparan dan akuntabel melalui pengerjaan studi kasus, diskusi kendala, serta pemeriksaan setiap tahapan penyusunan laporan bersama tim pengabdi.

Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP. mendampingi peserta melakukan penjurnalan transaksi organisasi. Peserta belajar mengenali bukti transaksi, menentukan akun yang terpengaruh, memahami debit dan kredit, serta mencatat transaksi ke dalam jurnal umum dengan cara sederhana dan bertahap.

Latihan menggunakan studi kasus organisasi mencakup sumbangan dengan dan tanpa pembatasan, pendapatan kegiatan, biaya operasional, pembelian peralatan, dan penyusutan. Transaksi ditelusuri dari jurnal umum ke buku besar agar peserta memahami alur pencatatan secara utuh.

Nurul Hidayah, S.Pd., M.Sc. melanjutkan pendampingan penyusunan laporan penghasilan komprehensif, laporan perubahan aset neto, laporan arus kas, dan laporan posisi keuangan. Latihan juga menekankan pemisahan sumber daya dengan dan tanpa pembatasan agar dana digunakan dan dipertanggungjawabkan sesuai peruntukannya.

Melalui praktik tersebut, peserta melihat keterkaitan antara transaksi, jurnal, buku besar, dan laporan keuangan. Pendekatan ini menegaskan bahwa transparansi organisasi dibangun melalui pencatatan yang rutin, konsisten, dan didukung bukti transaksi yang memadai.

Kesan Supriyatno salah satu peserta tunanetra menunjukkan pentingnya pendampingan berkelanjutan. Grup WhatsApp diharapkan tetap aktif sebagai ruang konsultasi ketika peserta mulai menerapkan pencatatan keuangan di organisasi masing-masing. Kegiatan yang interaktif juga memberi kesempatan kepada peserta untuk meminta penjelasan ulang, menguji pemahaman, dan mendiskusikan kebutuhan organisasinya.

Melalui rangkaian pelatihan ini, pengurus OHANA Indonesia diharapkan semakin percaya diri menyusun laporan keuangan yang transparan dan akuntabel untuk mendukung pengambilan keputusan, menjaga kepercayaan anggota dan mitra, serta memperkuat keberlanjutan program. Kegiatan tersebut menegaskan komitmen FEB UNY terhadap pengabdian yang inklusif, aplikatif, dan berkelanjutan sekaligus mencerminkan semangat FEB UNY Berdampak dan Diktisaintek Berdampak.

Tim Pelaksana

Dosen: Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP.; Dian Juliani, S.E., M.Sc.; Nurul Hidayah, S.Pd., M.Sc.; dan Annisa Ratna Sari, S.Pd., M.S.Ed., Ph.D.

Mahasiswa: Mawadatun Kafidah; Angelia Intan Revalina; Dewi Cahyani Putri; Saufi Afriyandi; dan Hani Suciati.

Penulis: Dian Juliani

FEB UNY Berikan Literasi Keuangan Digital bagi Keluarga Pekerja Migran Indonesia melalui Kolaborasi dengan Desamind dan Universiti Teknologi MARA

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar program penguatan ketahanan finansial bagi keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sanggar Belajar Kepong, Malaysia, pada 16 Juli 2026. Mengusung fokus literasi keuangan digital berkelanjutan, kegiatan kolaboratif ini dirancang untuk membekali generasi muda PMI dengan pemahaman manajemen keuangan modern sejak dini demi menjaga stabilitas ekonomi keluarga mereka di masa depan.

Inisiatif lintas negara ini dipimpin oleh Ani Widayati, S.Pd., M.Pd., Ed.D., bersama anggota tim dosen FEB UNY yang terdiri dari Dr. Dian Normalitasari Purnama, S.Pd., M.Pd., Dr. Agatha Saputri, M.Pd., dan Arief Nurrahman, S.Pd., M.Pd. Program ini semakin solid berkat sinergi strategis bersama organisasi sosial Desamind serta akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Dr. Masetah Ahmad Tarmizi, yang turut mengawal penyampaian materi agar adaptif dengan dinamika lokal.

Sebanyak 50 anak PMI yang menimba ilmu di Sanggar Belajar Kepong mengikuti rangkaian pelatihan edukatif ini dengan penuh antusias. Melalui simulasi interaktif dan pengenalan instrumen keuangan digital secara aman, para peserta diajak memahami konsep dasar perencanaan anggaran, pentingnya menabung, hingga pemanfaatan teknologi finansial secara bijak. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong anak-anak menjadi agen perubahan dalam mendampingi orang tua mereka mengelola remitansi hasil kerja keras di perantauan.

Ketua Tim PKM Internasional FEB UNY, Ani Widayati, menegaskan bahwa pemahaman finansial yang kuat pada anak-anak pekerja migran merupakan fondasi penting untuk memutus rantai kerentanan ekonomi keluarga. Kolaborasi akademik dan komunitas ini bukan sekadar memberikan pengetahuan teknis, melainkan juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang agar hasil jerih payah PMI dapat teralokasikan secara produktif dan berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian internasional ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan edukasi finansial nonformal yang inklusif, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) lewat pemberdayaan ketahanan ekonomi keluarga pekerja migran, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis lintas batas antara perguruan tinggi UNY, UiTM, dan lembaga masyarakat Desamind. (agt)

Dosen FEB UNY Raih Gelar Doktor di Taiwan, Salurkan Riset Transformasi Perhotelan Hijau Indonesia-Taiwan

Dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY), Rullyana Puspitaningrum Mamengko, S.Pd., M.M., Ph.D., resmi meraih gelar Doktor (Doctor of Philosophy) pada ujian sidang yang digelar di National Kaohsiung University of Science and Technology (NKUST), Taiwan. Rullyana berhasil menyelesaikan studinya pada Program Studi Ph.D. in Business Intelligence setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul "Green Hospitality Transformation: A Comparative Qualitative Study of Sustainability Transformation in Indonesian and Taiwanese Green Hotels". Pencapaian akademik ini semakin memperkuat barisan tenaga pendidik berkualitas internasional di lingkungan FEB UNY dalam mengarungi tantangan pendidikan global.

Prosesi kelulusan dan ujian disertasi tersebut berjalan dengan khidmat di hadapan dewan penguji yang terdiri dari para pakar ternama lintas perguruan tinggi di Taiwan. Tim pembimbing akademik dipimpin oleh Dr. Lee (李力昌) sebagai Advisor utama dan Prof. Chen (陳光華) sebagai Co-Advisor dari NKUST. Selain itu, dewan penguji juga diperkuat oleh pakar hospitality dan bisnis terkemuka, yaitu Prof. Liu (劉修祥) dari Tainan University of Science and Technology, Prof. Huang (黃靖淑) dari National Pingtung University of Science and Technology, Prof. Lin (林宜親) dari National Kaohsiung University of Hospitality and Tourism, serta Prof. He (何秉燦) dari NKUST.

Riset disertasi Rullyana menggunakan pendekatan kualitatif komparatif studi kasus mendalam untuk memetakan evolusi kapabilitas keberlanjutan dalam konteks kelembagaan dan budaya yang berbeda antara Indonesia dan Taiwan. Penelitian ini melibatkan 36 praktisi industri dan pemangku kepentingan kunci, mencakup manajemen hotel berpredikat hijau (green hotels), akomodasi yang berkomitmen pada prinsip kelestarian lingkungan, hingga asosiasi perhotelan di kedua negara. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interviews), observasi lapangan, analisis dokumen organisasi, serta bukti visual, yang kemudian dianalisis secara induktif menggunakan perangkat lunak NVivo 14 dengan struktur pengkodean hierarkis.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Modal Intelektual Hijau (Green Intellectual Capital) dan Modal Struktural Hijau (Green Structural Capital) menjadi pilar utama dalam menata sistem tata kelola dan rutinitas organisasi berbasis keberlanjutan. Studi ini menemukan dua jalur transformasi yang unik: Indonesia menonjol melalui Nusantara Green Hospitality Transformation Model (NGHTM) yang dijiwai oleh kearifan lokal (indigenous sustainability wisdom) dan inovasi kreatif, sementara Taiwan menerapkan Integrated Green Hospitality Transformation Model (IGHTM) yang berorientasi pada integrasi kapabilitas tata kelola terstruktur. Kedua model menunjukkan bahwa penerapan prinsip Triple Bottom Line mampu mendorong kolaborasi nilai (value co-creation), partisipasi aktif tamu, serta ketahanan organisasi jangka panjang.

Pencapaian doktor ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis yang sangat signifikan bagi pengembangan industri pariwisata dan perhotelan berkelanjutan, baik di negara berkembang maupun negara maju. Kerangka kerja komparatif yang dirumuskan Rullyana menawarkan panduan strategis bagi para manajer hotel, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam merancang regulasi serta operasional bisnis ramah lingkungan. Keberhasilan riset ini sekaligus membuktikan bahwa perguruan tinggi Indonesia mampu menghasilkan karya ilmiah berkelas dunia yang menjawab tantangan global di sektor industri jasa hospitality.

Pencapaian akademik dan substansi riset ini secara langsung mendukung pencapaian beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs) PBB. Peristiwa ini berkontribusi pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas SDM pengajar perguruan tinggi yang berdaya saing global, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) lewat dorongan pariwisata berkelanjutan, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan operasional perhotelan hijau, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dalam upaya mitigasi jejak karbon industri pariwisata, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang tercermin dari kolaborasi riset internasional lintas negara antara Indonesia dan Taiwan. (fdhl)

Mahasiswa Praktik Kependidikan SMK Negeri 7 Yogyakarta Bersama Dewan Ambalan Kajakara Melakukan Pembongkaran Pionering “Learning Through Practice, Growing Through Collaboration” 

Zahra Febriliant Ardyn merupakan mahasiswi yang melakukan Praktik Kependidikan (PK) SMK Negeri 7 Yogyakarta bersama Dewan Ambalan Kajakara (Ambalan Kamajaya Kamaratih) melaksanakan kegiatan pembongkaran pionerig pada Jumat (24/07/26). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMK Negeri 7 Yogyakarta tersebut dilakukan setelah penggunaan pionering selesai. Mahasiswa praktik kependidikan dan Dewan Ambalan Kajakara bekerja sama membongkar rangkaian bambu dan tali yang digunakan dalam pionering, kemudian merapikan agar dapat disimpan dan digunakan kembali. Dengan kegiatan ini bertujuan agar komunikasi antar mahasiswa dan siswa juga semakin erat.

Kegiatan pembongkaran pionering berkaitan dengan SDGs ke – 4, yaitu Pendidikan  Berkualitas, karena memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa. Melalui kegiatan ini, siswa belajar menerapkan ketrampilan kepramukaan sekaligus mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, ketelitian, dan juga kemampuan bekerja sama. Pembelajaran melalui kegiatan praktik seperti ini dapat menjadi pengalaman yang mendukung pengembangan ketrampilan dan karakter siswa diluar pembelajaran di kelas.

Selain SDGs ke – 4, kegiatan ini juga mendukung SDGs ke – 17, yaitu Kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan yang dilakukan bersama antara mahasiswa praktik kependidikan dan Dewan Ambalan Kamajaya dan Kamaratih menunjukkan adanya kolaborasi dalam lingkungan pendidikan. Proses pembongkaran dilakukan dengan saling membantu dan berkoordinasi sehingga setiap anggota dapat berkontibusi sesuai dengan tugas nya. 

Bagi mahasiswa Praktik Kependidikan, kegiatan ini juga menjadi pengalaman untuk berinteraksi dan terlibat langsung dalam aktivitas siswa di sekolah. Keterlibatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami kegiatan non akademik yang dapat mendukung pembentukan karakter siswa. Sementara itu, anggota Ambalan Kajakara dapat mengembangkan rasa tanggung jawab dalam mengelola peralatan dan melaksanakan kegiatan secara tertib. 

Melalui aktivitas pembongkaran pionering, mahasiswa Praktik Kependidikan dan Dewan Ambalan Kamajaya Kamaratih tidak hanya menyelesaikan tugas secara bersama – sama, tetapi juga menerapkan nilai pendidikan, tanggung jawab, dan kemitraan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan SDGs dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sederhana dilingkungan sekolah yang memberikan pengalaman belajar sekaligus memperkuat kerja sama antar pihak. (zfa)

Pages