SDGs #17 Kemitraan

Tim Peneliti FEB UNY dan Mitra Internasional Raih Penghargaan Best Paper pada The 14th GAMAICEB 2026

Prestasi internasional kembali diraih oleh civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY). Tim peneliti kolaborasi lintas negara berhasil meraih penghargaan prestisius Best Paper pada ajang konferensi internasional The 14th GAMAICEB (Gadjah Mada International Conference on Economics and Business) 2026.

Penelitian ilmiah yang berhasil meraih predikat terbaik tersebut diangkat dengan judul: “When Sustainability Speaks and When It Stays Silent: The Effects of Greenwashing and Greenhushing on Youth Purchase Intention the Moderating Role of Warm Glow”.

Karya ilmiah ini mengkaji fenomena krusial dalam komunikasi keberlanjutan (sustainability), yakni bagaimana praktik greenwashing (klaim ramah lingkungan yang berlebihan) dan greenhushing (penyembunyian informasi ramah lingkungan) memengaruhi niat beli generasi muda, serta bagaimana warm glow berperan dalam memoderasi pengaruh tersebut dengan metode penelitian eksperimen.

Penelitian yang berhasil meraih penghargaan bergengsi ini merupakan luaran dari pendanaan penelitian kompetitif Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui skema Penelitian Kerjasama Internasional (Luar Asia Tenggara) Tahun 2025. Ajang GAMAICEB merupakan konferensi internasional berskala global yang memfasilitasi para peneliti, akademisi, dan praktisi untuk mempresentasikan riset-riset unggulan di bidang ekonomi, bisnis, dan akuntansi. Raihan Best Paper ini menunjukkan pengakuan dunia akademik internasional atas kedalaman analisis, kebaruan isu, dan kontribusi keilmuan yang ditawarkan oleh tim peneliti.

Capaian berharga ini diharapkan dapat semakin meningkatkan motivasi para akademisi untuk memperluas jaringan riset global dan menghasilkan karya berkualifikasi tinggi. Prestasi ini juga menjadi cerminan komitmen nyata institusi dalam mengusung semangat FEB UNY Berdampak dan Diktisaintek Berdampak melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat luas.

Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi riset antara dosen FEB UNY, mahasiswa, serta mitra internasional dari Business School, Nagoya University of Commerce and Business (NUCB), Nagoya, Jepang. Karya ilmiah ini disusun oleh: Tim Penelitia dari FEB UNY yang diketua oleh Prof. Dr. Ratna Candra Sari, S.E., M.Si., CA, CFP., serta anggota peneliti dan mahasiswa yaitu Dian Juliani, S.E., M.Sc.; Annisa Ratna Sari, S.Pd., M.S.Ed., Ph.D.; Arin Pranesti, S.Pd., M.Sc.; Arsy Widiyanti, S.Ak., dan Frendy (Business School, Nagoya University of Commerce and Business / NUCB, Nagoya, Japan). (djl)

 



 

Dekan FEB UNY Pimpin Rapat Kerja Perdana AFE-LPTK Periode 2026–2029

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Sutirman, M.Pd., resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Asosiasi Fakultas Ekonomi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan periode 2026–2029. Penetapan tersebut disahkan melalui Keputusan Kongres V AFE-LPTK yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya pada 23–24 Juli 2026. Kepemimpinan ini menegaskan peran aktif FEB UNY dalam mengawal penguatan tata kelola serta peningkatan mutu pendidikan tinggi ekonomi nasional.

Organisasi AFE-LPTK menaungi 12 fakultas ekonomi LPTK se-Indonesia sebagai wadah kolaborasi dalam menyelaraskan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan kemahasiswaan.

Mengawali masa bakti kepengurusan, AFE-LPTK menyelenggarakan Rapat Kerja Penyusunan Program Kerja Tahun 2026 di Four Points by Sheraton Makassar pada 18–20 September 2026. Forum tersebut dihadiri oleh jajaran Dekan dan Wakil Dekan dari seluruh institusi anggota untuk membahas penyusunan program kerja, perubahan anggaran dasar, serta penetapan arah kebijakan asosiasi.

Dr. Sutirman menyampaikan bahwa penguatan sinergi antar-LPTK menjadi kunci utama dalam merespons dinamika pendidikan dan tantangan ekonomi global. Melalui perumusan program yang terintegrasi, AFE-LPTK berfokus pada peningkatkan mutu pengajaran, perluasan publikasi ilmiah bereputasi, serta optimalisasi kerja sama kelembagaan. Peningkatan capaian prestasi mahasiswa anggota AFE-LPTK menjadi perhatian utama.

Langkah strategis kepemimpinan FEB UNY dalam AFE-LPTK ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas dan poin 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Sinergi berkelanjutan antar-perguruan tinggi LPTK ini diharapkan dapat meningkatkan pemerataan mutu pendidikan tinggi ekonomi di seluruh Indonesia. (ist/fdh)

FEB UNY Gelar Guest Lecture Bersama UiTM Malaysia, Dorong Peran Perguruan Tinggi dalam Implementasi SDGs

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) menggelar kuliah tamu (Guest Lecture) internasional bertajuk "SDG in Higher Education: Walk the Talk" yang berlangsung di Auditorium FEB UNY, Rabu (16/9/2026) lalu. Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini menghadirkan Dr. Yussri bin Sawani, Asisten Rektor Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Sarawak Kampus Mukah, Malaysia, sebagai pembicara utama. Kegiatan akademik ini diikuti oleh 150 mahasiswa beserta jajaran dekanat FEB UNY.sambutan Dr Sutirman Dekan FEB

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB UNY, Dr. Sutirman, M.Pd., yang menyambut hangat kehadiran narasumber dan rombongan akademisi dari Malaysia. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kolaborasi internasional ini dan berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Dr. Sutirman menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk menggali pengetahuan serta wawasan komparatif mengenai praktik dan pengimplementasian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia maupun Malaysia.

Dalam pemaparannya, Dr. Yussri bin Sawani menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai akselerator pencapaian SDGs. Ia mengusung konsep keseimbangan antara "Walk the Talk" (menerapkan praktik keberlanjutan secara nyata di lingkungan kampus) dan "Talk the Walk" (mengedukasi serta mengampanyekan kesadaran SDGs). Menurutnya, komitmen keberlanjutan harus terintegrasi secara menyeluruh dalam empat pilar utama perguruan tinggi, yaitu pengajaran (teaching), penelitian (research), tata kelola operasional kampus (operations), dan kemitraan masyarakat (engagement).

Lebih lanjut, Dr. Yussri memperkenalkan instrumen Higher Education Institution Sustainable Development Goals Disclosure Index (HSDI) sebagai kerangka evaluasi transparansi informasi SDGs pada situs web universitas. Ia memaparkan data progres SDGs tingkat global serta regional di Indonesia dan Malaysia, seraya menegaskan pentingnya keterbukaan data dan penguatan kurikulum. Dengan akuntabilitas pelaporan yang baik, perguruan tinggi tidak hanya sekadar mempublikasikan wacana, tetapi juga menghasilkan dampak transformatif yang terukur bagi masyarakat.

Sesi diskusi berlangsung interaktif saat para peserta berkesempatan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Sebanyak 150 mahasiswa yang hadir tampak antusias mendalami berbagai topik, mulai dari integrasi SDGs dalam akuntansi dan auditing, tantangan pembiayaan berkelanjutan, hingga peran mahasiswa dalam aksi sosial-lingkungan di kampus. Diskusi ini memperluas perspektif peserta mengenai pentingnya kepemimpinan dan strategi berbasis keberlanjutan di era global.

Penyelenggaraan kegiatan ini secara langsung mencerminkan komitmen terhadap beberapa poin utama Sustainable Development Goals (SDGs) yang relevan. Secara khusus, acara ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi keberlanjutan dan literasi masa depan bagi mahasiswa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi akademis lintas negara antara FEB UNY dan UiTM Malaysia. Selain itu, pembahasan yang diusung juga menyentuh SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong riset inovatif dan operasional kampus hijau yang akuntabel. (fdh)

Pintu Pertama Pelayanan Sekolah: Implementasi Piket Lobi sebagai Bentuk Kelembagaan yang Tertib dan Akuntabel Mendukung SDGs 16 di SMA Negeri 1 Jetis

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan piket lobi di SMA Negeri 1 Jetis sebagai bentuk pelayanan administratif harian bagi warga sekolah. Kegiatan ini berlangsung mulai Selasa, 21 Juli 2026 hingga Jumat, 11 September 2026 yang dilaksanakan secara bergantian antar mahasiswa PK. Salah satu mahasiswa yang bertugas adalah Mariska Febrianasari dari Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh siswa, guru, orang tua, serta tamu dari luar sekolah yang memerlukan pelayanan di area lobi. Sebagai pintu pertama pelayanan sekolah, kegiatan piket lobi ini berkontribusi langsung dalam mendukung pencapaian tata kelola administrasi yang tertib dan akuntabel.

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan sistem pelayanan sekolah yang tertib, terdokumentasi, dan mudah dipertanggungjawabkan. Kegiatan piket dilaksanakan secara bergantian antar mahasiswa PK, dengan pembagian jam sesuai kebutuhan sekolah yaitu mulai pukul 07.00-15.00 WIB. Mariska biasanya mendapat jadwal piket pagi pukul 07.00-09.00 atau piket siang pukul 12.00-14.00 WIB. Pada sesi pagi, mahasiswa piket melakukan pencatatan dan menangani siswa yang terlambat masuk sekolah akibat berbagai alasan seperti terlambat bangun, terjebak kemacetan lalu lintas, maupun keperluan mendesak seperti mencetak tugas sebelum masuk kelas. Selain itu, mahasiswa piket juga bertugas menerima surat izin yang dititipkan langsung oleh orang tua siswa agar disampaikan ke kelas sebagai bagian dari komunikasi antara pihak keluarga dan sekolah. Pada sesi siang, mahasiswa piket menerima tamu dari luar sekolah, seperti pihak kepolisian dan pegawai Bank Mandiri, mengarahkan tamu yang mencari ruang aula, waka, atau ingin bertemu guru, serta melayani siswa yang izin meninggalkan pembelajaran karena sakit atau keperluan mencetak tugas maupun latihan lomba. Siswa yang sakit hanya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan surat keterangan dari Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Seluruh proses tersebut melibatkan mahasiswa PK, guru piket, guru mata pelajaran, serta petugas UKS, dan diwajibkan melalui mekanisme surat resmi yang dicatat dan diberi cap oleh petugas lobi.   

Melalui pelaksanaan piket lobi, mahasiswa PK belajar menerapkan prinsip pelayanan publik yang tertib, transparan, dan akuntabel di lingkungan sekolah. Kegiatan ini mencakup pencatatan keterlambatan siswa, penerbitan surat izin, serta penerimaan dan pengarahan tamu sesuai prosedur yang berlaku. Pelaksanaan piket membantu menciptakan administrasi yang lebih rapi, terorganisir, dan mudah ditelurusi kembali sekaligus mengurangi potensi kesalahpahaman antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua. Selain itu, pelayanan yang dilakukan secara teratur turut menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi warga sekolah maupun tamu yang berkunjung. Bagi mahasiswa PK, kegiatan ini memberikan pengalaman secara langsung dalam menerapkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan profesionalitas dalam memberikan pelayanan. Pelaksanaan kegiatan tersebut sejalan dengan SDGs 16 yang mendorong terciptanya kelembagaan yang efektif, inklusif, transparan, dan akuntabel termasuk dalam lingkungan pendidikan.

Ke depannya, diharapkan sistem piket lobi ini dapat terus dijalankan secara konsisten oleh mahasiswa PK selanjutnya sebagai bagian dari budaya pelayanan sekolah yang tertib dan berkelanjutan. Mahasiswa PK juga berharap pengalaman ini dapat ditindaklanjuti dengan evaluasi berkala terhadap alur pelayanan lobi misalnya melalui penyusunan buku panduan piket, digitalisasi pencatatan surat izin dan kunjungan tamu, serta sosialisasi prosedur pelayanan kepada seluruh warga sekolah agar semakin dipahami dan dipatuhi bersama. Dengan demikian, pelayanan kepada siswa, guru, orang tua, dan tamu sekolah dapat terus ditingkatkan kualitasnya sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam mewujudkan kelembagaan pendidikan yang tertib, akuntabel, dan berkontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs 16 di masa mendatang. (mrs)

Dari Pepaya Afkir Jadi Abon dan Mustofa, FEB UNY bekerjasama dengan BUMDes Amarta Dorong Inovasi Pangan dan Pakan Berkelanjutan

Pepaya yang tidak matang sempurna dan selama ini hanya dianggap sebagai hasil pertanian yang tidak layak jual ternyata dapat disulap menjadi produk pangan bernilai ekonomi. Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Mbangun Desa yang dilaksanakan di Joglo Kesekretariatan Desa Prima Karangtanjung, Kalurahan Pandowoharjo, Kabupaten Sleman, Rabu (2/9/2026). Kegiatan bertajuk “Diversifikasi Produk Turunan dan Optimalisasi Rantai Nilai (Value Chain) pada BUMDes Amarta: Inovasi Pangan dan Pakan Berkelanjutan di Kalurahan Pandowoharjo” ini melibatkan sekitar 30 ibu-ibu perwakilan Desa Wisata, Desa Prima, Desa Mandiri Budaya, Kelompok Wanita Tani (KWT) Karang Tanjung, serta BUMDes Amarta sebagai mitra kegiatan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Lurah Pandowoharjo, Catur Sarjumiharta, yang turut memberikan dukungan terhadap upaya pengembangan potensi ekonomi lokal melalui inovasi produk berbasis sumber daya desa. Permasalahan yang diangkat dalam kegiatan ini berangkat dari kondisi nyata yang dihadapi BUMDes Amarta dan masyarakat Pandowoharjo. Pada kebun pertanian di wilayah tersebut, sebagian tanaman pepaya menghasilkan buah yang tidak matang sempurna sehingga tidak memenuhi standar untuk dipasarkan sebagai buah segar. Pepaya semacam ini oleh masyarakat biasa disebut sebagai pepaya afkir.

Jika hanya dijual sebagai buah dengan harga rendah atau bahkan tidak dimanfaatkan, pepaya afkir tentu memiliki nilai ekonomi yang sangat terbatas. Melalui kegiatan PkM ini, tim mendorong masyarakat untuk melihat pepaya afkir dari perspektif berbeda: bukan sebagai limbah atau produk gagal, tetapi sebagai bahan baku produk baru yang memiliki nilai tambah. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak melakukan praktik langsung mengolah pepaya afkir menjadi dua produk pangan, yaitu abon papaya, pepaya Mustofa, dan selai pepaya. Ketiga produk tersebut dikembangkan sebagai alternatif produk olahan yang dapat dipasarkan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Ketua Tim PkM Mbangun Desa, Dr. Lilia Pasca Riani, M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar berorientasi pada pelatihan pengolahan makanan, tetapi juga diarahkan untuk membangun rantai nilai ekonomi yang lebih optimal di tingkat desa. “Potensi ekonomi desa sebenarnya banyak sekali. Tantangannya adalah bagaimana bahan yang selama ini memiliki nilai ekonomi rendah dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Pepaya afkir menjadi salah satu contoh nyata,” ujar Lilia.

Menurutnya, pengembangan produk turunan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemampuan masyarakat membuat produk, tetapi dapat dilanjutkan menjadi aktivitas ekonomi yang terintegrasi dengan BUMDes Amarta. Dengan demikian, proses produksi, pengolahan, pemasaran, hingga pengembangan usaha dapat menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi desa.

Tidak Hanya Pangan, Pepaya dan Sampah Organik Diolah Menjadi Pakan

Selain inovasi pangan, kegiatan PkM juga memperkenalkan inovasi pengolahan bahan organik menjadi produk pakan dan kompos sebagai bagian dari upaya membangun sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan. Inovasi tersebut sekaligus merespons persoalan lain yang dihadapi Kalurahan Pandowoharjo, yaitu adanya sampah kiriman dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pandowoharjo.

Sampah organik yang sebelumnya berpotensi menjadi beban lingkungan tersebut diarahkan untuk dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan dan fermentasi. Hasil pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos maupun pakan ternak, antara lain untuk maggot, ikan lele, dan kambing.

Pendekatan tersebut memperkenalkan konsep bahwa bahan yang sebelumnya dianggap sebagai sampah masih memiliki nilai apabila dikelola dengan teknologi dan proses yang tepat. “Yang ingin kami bangun bukan hanya produk, tetapi cara berpikir masyarakat bahwa sesuatu yang dianggap tidak bernilai masih bisa menjadi sumber ekonomi. Pepaya afkir dapat menjadi pangan, sementara sampah organik dapat kembali masuk ke dalam siklus produksi sebagai kompos maupun pakan,” jelas Lilia.

Praktik Langsung Bersama Praktisi

Agar inovasi dapat dipahami dan diterapkan secara langsung, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik bersama. Tim PkM menggandeng Tri Suhartati, praktisi UMKM kuliner, dan Fitria dari SMK Budi Mulia 2 untuk berbagi pengalaman dan keterampilan teknis kepada peserta. Para peserta mengikuti tahapan pengolahan secara langsung, mulai dari persiapan bahan, proses produksi, hingga menghasilkan produk olahan yang siap dikembangkan sebagai produk usaha.

Antusiasme peserta terlihat selama proses praktik. Para peserta tidak hanya mengikuti tahapan pembuatan, tetapi juga berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan rasa, kemasan, harga jual, serta peluang pemasaran produk. Kegiatan tersebut menjadi penting karena pengembangan ekonomi berbasis desa membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama. Perempuan desa, khususnya kelompok-kelompok yang telah aktif dalam kegiatan ekonomi dan pemberdayaan, memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak usaha pengolahan produk lokal.

Membangun Ekonomi Desa Berbasis Nilai Tambah

Kegiatan PkM Mbangun Desa ini menjadi bagian dari upaya mendorong BUMDes Amarta agar tidak hanya berperan sebagai pengelola potensi ekonomi desa, tetapi juga menjadi penghubung berbagai sumber daya lokal dalam satu rantai nilai. Pepaya afkir yang berasal dari sektor pertanian dapat masuk ke sektor pengolahan pangan. Sementara sampah organik dari aktivitas masyarakat dan program MBG dapat diarahkan kembali menjadi input untuk sektor peternakan dan pertanian.

Dengan pendekatan tersebut, terbentuk pola “dari desa, oleh masyarakat desa, dan kembali memberikan nilai bagi desa.”

Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk unggulan BUMDes Amarta dengan dukungan pada aspek standardisasi produk, pengemasan, perizinan, pemasaran, dan penguatan model bisnis. Pengembangan tersebut penting agar inovasi yang lahir dari kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat berlanjut menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Bagi Kalurahan Pandowoharjo, kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi ekonomi tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang mahal. Dengan kreativitas, pendampingan, dan pengelolaan rantai nilai yang tepat, buah yang tidak layak jual dan sampah organik pun dapat diubah menjadi sumber nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kalurahan, BUMDes, kelompok masyarakat, praktisi, dan lembaga pendidikan, Pandowoharjo terus membuka peluang untuk membangun ekonomi lokal yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan. (lpr)

Torehkan Prestasi Nasional, Guru Besar FEB UNY Raih penghargaan OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Kantor OJK Daerah Terbaik 2026 

Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS berhasil memenangkan penghargaan OJK Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia (OJK PEDULI) Kantor OJK Daerah Terbaik yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat. Penghargaan ini diberikan atas keaktifan dan kepedulian Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS dalam menggerakkan eduukasi literasi keuangan untuk masyarakat dari berbagai kalangan baik pelajar, ibu rumah tangga dan masyarakat umum lainnya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam puncak acara Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026 yang digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi pada Jumat, 28 Agustus 2026. Acara nasional bertema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” ini dihadiri lebih dari 1.100 pelajar dan mahasiswa. Turut hadir pula sejumlah pejabat penting, seperti Ketua Dewan Komisioner OJK Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A., Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono, S.E., M.P.M., Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, S.E., M.E., Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kemenkeu Dr. Herman Saheruddin, S.E., M.Sc., Anggota Dewan Komisioner LPS Ferdinand D. Purba, S.E., M.A., serta jajaran pimpinan daerah dan pelaku industri jasa keuangan lainnya.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi Prof. Dr. Ratna Candra Sari, M.Si., CA., CFP., IFP., CSRS. dalam membimbing masyarakat agar lebih bijak mengelola keuangan. Prestasi tersebut sekaligus membuktikan kepedulian nyata akademisi UNY terhadap peningkatan literasi finansial di Indonesia. Pencapaian ini diharapkan mampu menginspirasi banyak pihak untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.

Mahasiswa Praktik Kependidikan UNY Berkontribusi dalam Pelaksanaan PKM bagi Guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang

Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut serta membantu tim dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bagi guru Akuntansi yang tergabung dalam MGMP Kota dan Kabupaten Magelang. Kegiatan berjudul "Pendampingan Penguatan Pemahaman Teori dan Praktik Penyusunan Laporan Arus Kas Berbasis Digital bagi Guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang" ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Akuntansi SMK Negeri 2 Magelang pada Jumat (31/08/26) lalu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui penguatan pemahaman teori dan praktik berbasis digital sekaligus berkontribusi terhadap lima poin Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDGs 1, SDGs 4, SDGs 8, SDGs 9, dan SDGs 17.

Pendampingan ini bertujuan memperkuat pemahaman guru mengenai teori sekaligus praktik menyusun laporan arus kas agar lebih relevan dengan pembelajaran dan dunia kerja. Kegiatan dilaksanakan melalui diskusi, penyampaian materi, dan pendampingan praktik. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman laporan arus kas, perbedaan laba berbasis akrual dengan kas yang diterima atau dikeluarkan, pengelompokan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan, serta metode langsung dan tidak langsung. Peserta kemudian mempraktikkan penyusunan laporan arus kas menggunakan spreadsheet mulai dari input transaksi, klasifikasi arus kas, perhitungan, hingga penyusunan laporan akhir. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) SMK Negeri 2 Magelang, salah satunya Yulia Nuraeni Suci (NIM 23080430034) Program Studi Pendidikan Akuntansi-S1 UNY, yang bertugas sebagai master of ceremony (MC) sekaligus membantu berbagai persiapan teknis seperti penataan ruangan, pencatatan kehadiran, distribusi konsumsi, dan pendampingan guru selama praktik berlangsung. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan tim dosen UNY berjumlah 5 dosen bersama sekitar 20 guru Akuntansi MGMP Kota dan Kabupaten Magelang.

Pendampingan ini memberikan dampak positif dan manfaat berupa peningkatan pemahaman konseptual dan praktik guru dalam menyusun laporan arus kas. Penggunaan spreadsheet sebagai media digital membantu guru memahami alur penyusunan laporan sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik. Kontribusi kegiatan ini terhadap SDGs terlihat dari beberapa aspek yaitu mendukung SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kompetensi guru untuk pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif, SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena pembelajaran yang mendekati praktik dunia kerja membantu mempersiapkan siswa SMK dengan keterampilan relevan, SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi digital dalam pembelajaran, serta SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) karena peningkatan kualitas pendidikan turut mendukung kesiapan kerja yang meningkatkan ekonomi siswa. Kolaborasi antara UNY dan MGMP dalam kegiatan ini juga mencerminkan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Hasil pendampingan ini diharapkan bermanfaat oleh guru Akuntansi dalam pembelajaran di sekolah. Template laporan arus kas berbasis spreadsheet dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran praktik. Melalui forum MGMP, guru juga diharapkan dapat saling berbagi pengalaman serta terus mengembangkan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Akuntansi sehingga kegiatan ini berdampak bagi peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, dan kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja. (yns)

Perkuat Global Mindset dan Transformasi Digital, Mahasiswa MM UNY Ikuti 2026 "Zhi & Xing Guizhou" Silk Road Youth Exchange Program di Tiongkok

Dalam rangka memperluas wawasan internasional serta memahami implementasi teknologi modern dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), mahasiswa Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY) angkatan 2025, Regita Lestariyan Lainy, berpartisipasi dalam ajang 2026 "Zhi & Xing Guizhou" Silk Road Youth Exchange Program di Republik Rakyat Tiongkok.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung integrasi Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Internet of Things (IoT) dalam fungsi Learning and Development (L&D), otomatisasi industri, serta pengembangan strategi kepemimpinan lintas budaya (cross-cultural leadership) di era global.

Rangkaian kegiatan ini berlangsung selama 9 hari, mulai tanggal 24 Juli hingga 1 Agustus 2026, dan berlokasi di beberapa kota strategis di Tiongkok, antara lain Beijing, Guiyang, Anshun, Duyun, Danzhai, dan Sandu.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai agenda akademik, kunjungan industri, hingga eksplorasi budaya. Kegiatan diawali dengan kunjungan sejarah ke Great Wall serta Courtesy Call ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing untuk mempererat hubungan diplomatik dan jejaring pendidikan.

Selanjutnya, peserta melakukan kunjungan industri ke perusahaan AI Chinese untuk mengamati demonstrasi platform pembelajaran berbasis kecerdasan buatan seperti Knowly sebagai sarana upskilling dan reskilling SDM modern. Di Provinsi Guizhou, delegasi mengikuti Welcome Ceremony dan kelas bahasa serta kaligrafi Mandarin di Guizhou Vocational College of Economics and Business.

Studi lapangan juga dilakukan di Anshun Tourism Group di Huangguoshu Waterfall untuk mengamati penerapan Smart Tourism, dilanjutkan dengan kunjungan ke Balinghe Bridge Museum, serta eksplorasi pengelolaan data makro di National Big Data Exhibition Center di Guiyang.

Selain agenda berbasis teknologi, peserta juga mendapatkan pengalaman pertukaran budaya melalui Workshop Miao Batik Intangible Cultural Heritage di Duyun dan studi kebudayaan etnis Shui di Sandu. Rangkaian program diakhiri dengan observasi penerapan IoT pada perkebunan teh modern di Duyun Maojian Tea Digital Demonstration Park serta penutupan resmi pada acara Graduation Ceremony.

Melalui keikutsertaan dalam program ini, mahasiswa MM FEB UNY berhasil memperoleh pemahaman mendalam mengenai data-driven HRD, membangun jejaring kolaborasi internasional, serta meningkatkan keterampilan komunikasi interkultural. Hasil dan pengalaman ini diharapkan dapat menjadi best practices yang diadopsi dalam pengembangan kompetensi manajerial, riset akademis, maupun pengelolaan organisasi di Indonesia. (rgt)

Scout Fest #1: Semarakkan Hari Pramuka melalui Kreativitas, Kompetisi, dan Kolaborasi Siswa

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka, Dewan Ambalan Kajakara (Kamajaya Kamaratih) SMK Negeri 7 Yogyakarta menyelenggarakan Scout Fest #1 pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan upacara peringatan Hari Pramuka yang diikuti oleh warga sekolah, kemudian dilanjutkan dengan berbagai perlombaan dan kegiatan hiburan. Dalam pelaksanaannya, Meilisa Kurniasih, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) turut berpartisipasi sebagai panitia yang bertugas di masing-masing perlombaan. Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman dalam membantu pengelolaan kegiatan sekolah sekaligus mendukung pelaksanaan kegiatan yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keberanian, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

Rangkaian Scout Fest #1 dimeriahkan dengan berbagai perlombaan, yaitu lomba pidato, poster, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Cerdas Cermat Pramuka (CCP), singing, dan remake video. Mahasiswa PK dibagi ke dalam beberapa bagian kepanitiaan dan bertugas mendampingi pelaksanaan lomba sesuai dengan pembagian tugas masing-masing. Selain membantu teknis perlombaan, mahasiswa juga turut memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai dengan rangkaian acara yang telah disusun. Beberapa perlombaan mendapatkan dukungan dari Eduplay Telkomsel, khususnya lomba singing, MLBB, dan remake video. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai benefit bagi para pemenang, yaitu Spotify Premium selama satu bulan bagi pemenang lomba singing, diamond ML bagi pemenang lomba MLBB, serta aplikasi Vidio bagi pemenang lomba remake video. Selain itu, terdapat pembagian kartu perdana by.U bagi siswa yang telah memiliki KTP. Di sela-sela perlombaan, kegiatan semakin meriah dengan adanya Scout Fest Talent (SFT) yang menampilkan pertunjukan bakat siswa, pembagian doorprize, dan fun game.

Pelaksanaan Scout Fest #1 memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan. Berbagai perlombaan memberikan ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, kreativitas, pengetahuan, keberanian tampil, serta sportivitas. Sementara itu, keterlibatan mahasiswa PK sebagai panitia memberikan pengalaman nyata dalam hal koordinasi, komunikasi, kerja sama tim, tanggung jawab, dan pengelolaan kegiatan sekolah. Kolaborasi antara sekolah, mahasiswa PK, siswa, dan pihak eksternal seperti Eduplay Telkomsel juga mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam mendukung kegiatan pendidikan.

Melalui Scout Fest #1, peringatan Hari Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa dan mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, berkreasi, dan mengembangkan keterampilan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai kegiatan yang memberikan pengalaman belajar bermakna serta menciptakan lingkungan sekolah yang aktif, kreatif, dan kolaboratif. (mku)

FEB UNY dan Faculty of Accountancy UiTM Malaysia Perkuat Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Kolaborasi Literasi Keuangan Digital Berkelanjutan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi bersama Faculty of Accountancy, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak, Kampus Tapah, Malaysia pada 17 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di kampus UiTM Tapah tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat antara kedua institusi. Kerja sama ini sekaligus mendukung pengembangan program internasional yang berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan sosial melalui pendekatan multidisiplin.

Delegasi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta dipimpin oleh Dr. Ani Widayati, S.Pd., M.Pd., Ed.D bersama Dr. Dian Normalitasari Purnama, S.Pd., M.Pd., Dr. Agatha Saputri, M.Pd., dan Arief Nurrahman, S.Pd., M.Pd. Sementara itu, pihak Faculty of Accountancy UiTM diwakili oleh Dr. Enny Nurdin Sutan Maruhun, yang saat ini menjabat sebagai Head of Centre of Studies, Faculty of Accountancy, UiTM Perak Branch, Kampus Tapah. Sebelumnya beliau juga pernah menjabat sebagai Coordinator Program Diploma in Accountancy dan merupakan dosen senior dengan bidang keahlian Enterprise Risk Management, Financial Accounting, Financial Reporting, serta Corporate Governance.  

Kolaborasi ini mengusung tema "Strengthening the Financial Resilience of Indonesian Migrant Workers", yang dilaksanakan melalui sinergi antara Universitas Negeri Yogyakarta, DESAMIND, dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) dalam pengembangan Sustainable Digital Financial Literacy. Program tersebut bertujuan meningkatkan ketahanan finansial pekerja migran Indonesia melalui penguatan literasi keuangan digital yang berkelanjutan sehingga mampu mendukung pengelolaan keuangan yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja migran.

Melalui kerja sama ini, kedua perguruan tinggi berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program bersama yang mencakup pertukaran akademik, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah internasional, pengembangan kurikulum, serta penyelenggaraan seminar dan kegiatan ilmiah lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi sekaligus menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Penandatanganan dokumen kerja sama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen kedua institusi untuk terus mempererat hubungan kemitraan internasional.

Kerja sama antara FEB UNY dan Faculty of Accountancy UiTM Malaysia ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi global yang berorientasi pada kebermanfaatan bagi masyarakat. (ans)

Pages